Zufida Hanum, Perempuan Pertama Ketua PN Bireuen

Berbagai tantangan, hambatan, dan godaan, tak pernah menyurutkan Zufida Hanum untuk terus mengabdi sebagai hakim

Zufida Hanum, Perempuan Pertama Ketua PN Bireuen
Serambinews.com
Zufida Hanum SH MH, Ketua PN Bireuen. 

Berbagai tantangan, hambatan, dan godaan, tak pernah menyurutkan Zufida Hanum untuk terus mengabdi sebagai hakim. Perempuan bergelar Sarjana Hukum (SH) dan Magister Hukum (MH) ini melalui semua suka duka menjadi hakim dengan doa, ketekunan, kesabaran, dan ketabahan.

Semua itu, ditambah kerja keras dan dukungan dari suami, anak-anak, serta keluarga besarnya, telah mengantarkan Zufida Hanum SH MH menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bireuen.

Sejak awal memilih profesi hakim, Zufida sadar betul bahwa jabatan hakim merupakan salah satu unsur vital yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam penegakan keadilan. Syarat menjadi seorang hakim pun sangat ketat, yaitu punya kemampuan menalar yang baik, memiliki kematangan diri, menjaga independensi, serta selalu menjaga indra vital dalam bekerja, yaitu penglihatan, pendengaran, dan pembicaraan.

"Namun yang terpenting bagaimana kita dapat berbuat yang terbaik dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat yang berkeadilan," ujar Zufida Hanum kepada Serambi, Selasa (8/10) lalu.

Perempuan kelahiran Sigli, Pidie, 16 Januari 1976 ini, telah belasan tahun menjalani profesi sebagai hakim. Jabatan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bireuen ini adalah jabatan pertama Zufida sebagai ketua PN. “Sebelumnya saya Wakil Ketua PN Kuala Simpang," ujarnya.

Istri dari Mukhlis Masuri Lubis SSos ini penah lama bertugas di PN Medan. Ibu tiga putra dan satu putri ini, mengaku sangat senang mengabdi di kampung halamannya di Aceh. "Banyak suka dan duka menjadi hakim, saya 16 tahun bertugas di Medan Sumatera Utara, dan 2,5 tahun jadi Wakil Ketua PN Kuala Simpang, Alhamdulillah saya bisa pulang kampung," ujar Zufida Hanum senang.

Katanya, sudah hampir setahun menjadi Ketua PN Bireuen, banyak yang kasus yang sudah ditanganinya atau diputuskannya. Mayoritas kasus narkotika yang mencapai 80 persen dan 20 persen berbagai kasus kriminal lainnya. "Harapan saya ke depan masalah narkotika itu dapat berkurang perkaranya, sehingga Bireuen ini tidak lagi dicap sebagai lebel negatif masalah narkotika yang saat ini menjadi sorotan nasional," harap Zufida.

Begitu pun dengan perkara kriminalitas lainnya volumenya juga terus berkurang. Peran masyarakat dan semua elemen harus serius membasmi narkotika.

Penyuluhan hukum tentang narkotika juga terus dilakukan, karena narkoba sudah merusak masyarakat. "Kita harapkan ke depan narkotika berkurang dan hilang di Bireuen," pungkasnya.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved