Berpaling dari Prabowo, Rocky Gerung: Nggak Butuh Tokoh Seperti Dia Nyampah-nyampahin Negeri Aja

“Sekarang, Prabowo sudah bergabung dengan Jokowi sebelum pelantikan. Makanya, saya majukan deklarasi saya beroposisi, menjadi mulai hari ini, “

Berpaling dari Prabowo, Rocky Gerung: Nggak Butuh Tokoh Seperti Dia Nyampah-nyampahin Negeri Aja
kolase Instagram
rocky gerung vs jokowi-prabowo 

Tetapi topik pembicaraannya, sama-sama membahas kemungkinan kedua partai itu masuk ke dalam koalisi pemerintah.

"Kami bicara itu (gabungnya Demokrat) tapi belum sampai sebuah keputusan," ujar Jokowi usai bertemu SBY dikutip dari Tribunnews.com.

Diakui Jokowi, pembahasan potensi Demokrat merapat ke pemerintah, belum sampai ke tahap penyodoran nama untuk dijadikan menteri.

Namun banyak kalangan memprediksi, nama putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono dimajukan untuk membantu Jokowi di kabinet.

Hal ini diperkuat pernyataan Jokowi ketika ditanya awak media, apakah susunan kabinet periode dua akan berubah setelah bertemu SBY.

"Mungkin ada beberapa pertimbangan, masih bisa (berubah usai bertemu SBY)," ujar Jokowi usai bertemu anak-anak Papua yang diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Pembicaraan potensi gabung ke koalisi, juga dibahas antara Jokowi dan Prabowo selama bertemu empat mata kurang lebih 45 menit sejak pukul 15.00 WIB.

Tetapi, soal merapatnya Gerindra ke pemerintah pada hari itu belum diputuskan secara bulat.

"Bicara yang berkaitan dengan masalah koalisi, tapi ini belum final. Kami sudah bicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk koalisi kami (pemerintah)," ujar Jokowi usai bertemu Prabowo.

Meski sudah bicara potensi koalisi, Jokowi menyebut Prabowo sama seperti SBY.

Sama-sama belum sampai ke tahap memberikan nama kadernya untuk dijadikan menteri.

"Tadi saya sampaikan, masih belum final. Kalau nanti sudah final, baru nanti kami sampaikan," ucap Jokowi.

Berbalas dengan Jokowi, Prabowo memberi sinyal.

Menurut mantan Calon Presiden rival Jokowi tersebut Gerindra siap membantu pemerintah dalam memajukan Indonesia ke depan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit.

"Kami ingin membantu, kami siap membantu bila diperlukan. Kalau umpamanya kami tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal, disebagai penyeimbang," tutur Prabowo.

Kesiapan Partai Gerindra

Jokowi bertemu Prabowo Subianto ((KOMPAS.com/Ihsanuddin))

Ketua Fraksi MPR Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, menyebut Prabowo Subianto, dan Presiden Joko Widodo telah memiliki kesamaan pandangan membangun bangsa.

“Ada kesamaan pandangan Pak Jokowi dengan Prabowo, bagaimana ke depan kita harus bersatu untuk membangun bangsa,” ujar Riza Patria di D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Riza membeberkan bahwa pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo lebih kepada membahas visi misi bangsa Indonesia ke depan.

Menurut Riza, kedua tokoh telah memiliki kesamaan pandangan dalam membangun bangsa dari beberapa aspek.

“Bagaimana bangsa ini menjadi kuat menjadi maju tantangan kedepan tidak mudah ekonomi, pertahanan keamanan dunia yang harus disikapi oleh Indonesia,” tutur Riza dikutip dari Tribunnews.com.

Meski demikian, kata Ahmad Riza Patria, partainya siap berada di luar atau dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode keduanya.

Menurut Riza, yang terpenting bagi partainya adalah kontribusi membangun Bangsa Indonesia ke depannya.

"Kami siap membantu pemerintah jika diperlukan, jika tidak juga kami akan tetap membantu pemerintah dengan jadi partai penyeimbang," ujar Riza.

Riza mengatakan jika nantinya kader Gerindra diminta masuk ke dalam kabinet Kerja Jokowi maka akan membantu pemerintahan secara total.

Jika tidak masuk ke dalam pemerintahan, Gerindra tidak akan menjadi partai yang terus menerus mengkritik kebijakan pemerintah. Namun juga memberikan solusi kepada pemerintah.

"Jangan sampai jika berada di dalam (koalisi) jadi masalah, korupsi, KKN dan sebagainya.

Dan jka di luar (koalisi) jangan hanya bisa mengkritisi, menggonggong tanpa memberi solusi, enggak baik juga," tutur Riza.

"Jadi apa yang baik, yang baik memberikan segala dengan kekuatan yang kami miliki, sama-sama berlomba, berkompetisi memberikan terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara.

Itu yang jadi penting untuk Gerindra hari ini. Tidak mesti harus di dalam atau di luar (pemerintahan)," katanya.

Kesiapan Partai Demokrat

Presiden Jokowi bertemu SBY (Istimewa)

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan mengenai pertemuan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Kamis (10/10/2019).

Hinca Panjaitan mengungkapkan dalam pertemuan tersebut keduanya mediskusikan perkembangan negara.

"Sebagai pemimpin mereka mendiskusikan perkembangan negara dan bagaimana lima tahun ke depan.

Sebagai yang pernah memimpin 10 tahun pak SBY tentu memberikan cerita pengalamanya yang bisa menjadi pertimbangan pak Jokowi menjalankan mandatnya lima tahun ke depan," kata Hinca Panjaitan, Jumat (11/10/2019).

Menurut Hinca Panjaitan, sejak Pilpres usai, SBY mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pemerintahan Jokowi.

Partai Demokrat bahkan telah memberikan 14 program prioritas kepada pemerintah, untuk menjadi masukan dalam menjalankan pemerintahan 5 tahun mendatang.

"Kami berharap program prioritas itu dapat menjadi masukan bagi Pemerintahan Jokowi ke depan," katanya dikutip dari Tribunnews.com.

Terkait pembentukan kabinet, Demokrat menurut Hinca menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

Demokrat mendukung penuh apapun yang menjadi keputusan Jokowi dalam membentuk kabinetnya.

"Jika presiden Jokowi meminta dan mengajak kader Demokrat, tentulah kami siap membantunya," ujar Hinca Panjaitan.

Sinyal Jokowi

 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut susunan kabinet jilid II saat ini sudah rampung.

Susunan kabinet akan diumumkan segera setelah ia dan Ma'ruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Acara pelantikan akan digelar di Gedung MPR pada Minggu (20/10) pukul 14.00 WIB.

"Nanti mungkin bisa hari yang sama, mungkin sehari setelah pelantikan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019), seperti dikutip dari Kompas.com.

Kendati kabinet sudah selesai disusun, namun kata Jokowi, tidak menutup kemungkinan ada beberapa perubahan sampai hari pengumuman nanti.

"Mungkin ada beberapa pertimbangan masih bisa," kata dia.

Jokowi mengakui bahwa susunan kabinet itu bisa berubah tergantung dinamika politik terakhir.

Termasuk saat ia bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Apakah perubahan itu juga setelah pertemuan dengan SBY kemarin, Pak?" tanya wartawan. "Ya," jawab Jokowi singkat.

Pembicaraan potensi gabung ke koalisi, juga dibahas antara Jokowi dan Prabowo selama bertemu empat mata kurang lebih 45 menit sejak pukul 15.00 WIB.

Tetapi, soal merapatnya Gerindra ke pemerintah pada hari itu belum diputuskan secara bulat.

"Bicara yang berkaitan dengan masalah koalisi, tapi ini belum final.

Kami sudah bicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk koalisi kami (pemerintah)," ujar Jokowi usai bertemu Prabowo.

Meski sudah bicara potensi koalisi, Jokowi menyebut Prabowo sama seperti SBY.

Sama-sama belum sampai ke tahap memberikan nama kadernya untuk dijadikan menteri.

"Tadi saya sampaikan, masih belum final. Kalau nanti sudah final, baru nanti kami sampaikan," ucap Jokowi.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Rocky Gerung Kini Berpaling dari Prabowo: Nggak Butuh Tokoh Seperti Dia Nyampah-nyampahin Negeri Aja

Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved