Nagan Tonjolkan PLTU

Kabupaten Nagan Raya masuk dari tiga kabupaten di barat selatan (Barsela) Aceh yang diusul Pemerintah Aceh ke pemerintah pusat

Nagan Tonjolkan PLTU
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Puluhan truk pengangkut material pembangunan PLTU 3-4 antrian pajang di Dusun Geulanggang Meurak, Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, Senin (24/6). 

* Sebagai Andalan Penunjang KEK Wilayah Barsela

SUKA MAKMUE - Kabupaten Nagan Raya masuk dari tiga kabupaten di barat selatan (Barsela) Aceh yang diusul Pemerintah Aceh ke pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus-Kawasan  Industri Terpadu (KEK-KIT). Nagan menonjolkan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai fasilitas penunjang untuk menghidupkan KEK-KIK di wilayah tersebut.

Ketua DPRK Nagan Raya, Jonniadi SE kepada Serambi, Minggu (13/10), menyampaikan bahwa, secara letak geografis dan potensi daerah, Nagan Raya merupakan pilihan terbaik sebagai lokasi pembangunan KEK-KIT di wilayah Barsela Aceh. Menurutnya, Nagan mempunyai sejumlah andalan yang bisa menunjang untuk menghidupkan kawasan ekonomi khusus itu nantinya.

Di antaranya, beber dia, Nagan Raya memiliki sumber energi listrik yang sangat memadai lewat keberadaan PLTU Nagan 1-2 dan 3-4 yang sedang dibangun saat ini. Selain itu, ungkapnya, kabupaten hasil pemekaran Aceh Barat ini juga mempunyai komoditas kepala sawit terbesar di wilayah barat selatan Aceh dan siap menjadi penunjang ekspor, di samping didukung sektor pertambangan.

“Untuk listrik, selain kita di Nagan Raya mempunyai PLTU 1-2 dan 3-4, kita juga punya PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air),” bebernya. “Oleh sebab itu, mari kita doakan bersama agar KEK-KIT ini terwujud di Nagan Raya demi perkembangan dan peningkatan perkonomian kita,” ucap Jonniadi.

Secara terpisah, Kepala Bappeda Nagan Raya, Abdul Latif MP menerangkan, bahwa Nagan Raya mempunyai potensi besar dalam sumber daya alam seperti minyak CPO, batu bara, dan hasil alam lainnya. Ia melanjutkan, Pemkab Nagan Raya sangat mendukung dan siap jika dipercaya sebagai lokasi KEK-KIT wilayah Barsela Aceh. “Bahkan, pemkab kini sedang menyiapkan infrastruktur pendukung, lahan, jalan, pelabuhan, ketesediaan listrik, dan dukungan pemerintah serta swasta dalam hal investor, plus membangun sinergisitas antara pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya adalah masyarakat,” pungkasnya.

Persaingan Tiga Kabupaten Pemekaran

Sementara itu, ada hal yang unik dalam persaingan menjadi lokasi penunjukan Kawasan Ekonomi Khusus-Kawasan  Industri Terpadu (KEK-KIT) di wilayah barat selatan (Barsela) Aceh. Pasalnya, ketiga kabupaten yang diusulkan Pemerintah Aceh ke pusat sebagai lokasi KEK-KIT, ternyata sama-sama hasil pemekaran.

Aceh Jaya dan Nagan Raya misalnya. Kedua kabupaten itu merupakan hasil pemekaran kabupaten induk Aceh Barat. Sedangkan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan. Hanya saja, meski sama-sama daerah pemekaran, ketiga kabupaten ini menunjukkan diri mampu membangun dan menyiapkan fasilitas penunjang memadai sehingga masuk nominator lokasi pembangunan KEK-KIT wilayah Barsela Aceh.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh memang sudah mengusulkan tiga kabupaten di Aceh yakni Aceh Jaya, Abdya, dan Nagan Raya, sebagai daerah KEK Barsela. Ketiga daerah itu dinilai paling  menunjang untuk memenuhi persyaratan lokasi KEK yang ditetapkan dalam rapat khusus dengan Tim Pembentukan Persiapan KEK barat selatan Aceh pada 9 Oktober 2019 lalu, di Banda Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah juga akan mengirim surat ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Bappenas agar usulan pembangunan KET wilayah Barsela Aceh tersebut dapat masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2019-2024.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved