Unsyiah Runner-Up Debat Nasional  

Tim debat bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dalam lomba debat

Unsyiah Runner-Up Debat Nasional   
FOTO KIRIMAN ZULKARNAIN JALIL
Tim Unsyiah foto bersama setelah tampil sebagai menjadi juara kedua lomba debat SDGs di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (9/10/2019) lalu. 

BANDA ACEH - Tim debat bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dalam lomba debat "SDGs Debate: The Future is Ours". Lomba yang diadakan atas kerja sama UNDP Indonesia dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Tanoto Foundation, tersebut berlangsung di Jakarta, 6-9 Oktober 2019. Dalam event itu, tim Unsyiah meraih juara kedua alias runner-up.

Untuk diketahui, lomba tersebut diikuti oleh universitas-universitas dari seluruh Indonesia yang berjumlah 65 tim. Namun, hanya 24 tim yang lolos tahap administrasi. Tema-tema yang diangkat dalam debat tersebut berkaitan dengan poin-poin yang terdapat dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Ketua Program Pengembangan dan Kreativitas Mahasiswa (P2KM) Unsyiah, Marwan SSi MT, kepada Serambi, Minggu (13/10) menyebutkan, tim debat Unsyiah beranggotakan Muhammad Ghifari Karsa (Fakultas Kedokteran), Naufal Gusti (Fakultas Kedokteran), dan Cut Puan Tiszani Pasha (Fakultas Teknik). Mereka meraih juara kedua setelah tampil gigih melawan utusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tampil sebagai juara pertama pada babak final di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (9/10) lalu.

Adapun juara ketiga, sambung Marwan, diraih tim debat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. "Hal lain yang membanggakan kita adalah anggota tim Unsyiah, Muhammad Ghifari Karsa, juga mendapat penghargaan khusus sebagai pembicara terbaik (best speaker)," ungkap Marwan.

Tim Unsyiah berhasil masuk ke babak perempat final setelah melalui tiga babak pra-eliminary. Berdasarkan akumulasi nilai yang dikumpulkan di 3 babak tersebut, tim Unsyiah menduduki peringkat kedua, sekaligus menjadi satu-satunya tim dari luar Pulau Jawa yang tembus ke babak perempat final. Di perempat final dan semifinal, tim Unsyiah berturut-turut mengalahkan tim Universitas Indonesia dan President University.

"Ini menjadi suatu kebanggaan bagi Aceh umumnya, dan Unsyiah khususnya. Sebab, kita berhasil menembus final kali ini dan Alhamdulillah menjadi runner-up serta anggota tim kita mendapat penghargaan sebagai pembicara terbaik atau best speaker," ujar Pelatih Debat Tim Unsyiah, Muhammad Iqhrammullah

Harus Jadi Motivasi Bagi Anggota Lain

Ketua Unsyiah Debating Club (UDC), Sultan Rizky Muhammad, mengaku bangga dengan ketiga perwakilan Unsyiah tersebut. Ia berharap, hasil itu memotivasi anggota UDC yang lain agar bisa berprestasi di masa mendatang. "Kami bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh ketiga member UDC tersebut. Kita berharap prestasi ini dapat memotivasi member-member UDC yang lain untuk tidak pantang menyerah dan terus berusaha memberikan yang terbaik," tandas Sultan.

Wakil Rektor III Unsyiah, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC, memberi apresiasi dan mengakui pentingnya lomba debat ini sebagai wadah desiminasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan program penting organisasi global antarnegara. Dikatakan, lomba debat SDGs tersebut sangat ketat, karena pesertanya diharuskan memahami SDGs secara mendalam dan paham akan permasalahan secara global. "Ini sangat baik bagi generasi muda, yang diajak untuk kritis dan turut andil memberi solusi terhadap pembangunan berkelanjutan," pungkas Alfiansyah.(jal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved