Opini

Parpol; Kekuasaan Oligarki

Sebagai negara yang menganut demokrasi dalam sistem politik negara, ada suatu keharusan dalam mempraktikkan sistem demokrasi

Parpol; Kekuasaan Oligarki
IST
Taufiq Abdul Rahim, Ketua LP4M Unmuha dan Pengajar FISIP Unsyiah

Oleh Taufiq Abdul Rahim, Ketua LP4M Unmuha dan Pengajar FISIP Unsyiah

Sebagai negara yang menganut demokrasi dalam sistem politik negara, ada suatu keharusan dalam mempraktikkan sistem demokrasi terhadap realitas eksistensi partai politik. Hanya saja ada beberapa pengecualian terhadap praktik politik, bahwa yang berlaku demokratis tanpa partai politik terhadap beberapa negara kepulauan di Lautan Pasifik yang merupakan negara-negara kecil yng tidak berlaku sistem demokrasi. Ini seperti Macronesia, Kiribati, Marshall Islands, St. Vincent, dan Grenadines serta Tuvalu (Ankar dan Anckar, 2000).

Sehingga praktik dengan sistem demokrasi, ini juga sama berlaku serta diterapkan dalam partai politik. Sehingga timbul tanda tanya, demokrasi, siapa yang menentukan dan memegang peranan penting?

Hal tersebut dapat menjadi suatu kajian kritis sebagai analisis oligarki politik yang semakin sering dibicarakan dalam konteks politik kekinian. Ini dalam rangka menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan demokrasi serta sangat berperan dalam menentukan dan memegang peranan penting praktik politik partai.

Ini juga dipraktikkan dalam konteks yang lebih luas di luar partai politik sebagai interaksi politik antarpartai juga memimpin kehidupan kekuasaan politik. Mereka ini tersusun dalam suatu sistem keorganisasian, dimana secara terstruktur berada pada posisi pemimpin atau pemegang kekuasaan yang sangat menentukan dalam memberikan keputusan, yaitu sebagai "elite", atau adanya elitization dalam struktur organisasi partai politik yang bertindak sebagai pemegang kekuasaan partai.

Kajian ini secara politik modern dipopulerkan Robert Michels (1962) dalam tulisannya Political Parties: A Sociological Study of Oligarchies of Modern Democracy--buku ini diterbitkan tahun 1911 di Jerman, dalam bahasa Jerman, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris tahun 1915. Yang sangat populer dari istilah oligarki yang disampaikan Michael, yaitu the iron law of oligarchy (hukum tangan besi oligarki), atau sebagai kekuasaan yang berlebihan oleh segelintir orang terhadap orang banyak, ini tidak dapat dielakkan dalam organisasi.

Sehingga dalam praktik politik partai, ini dilakukan oleh berbagai partai politik, hal ini semakin nampak tidak terelakkan kekinian dalam kondisi permasalahan politik yang semakin kompleks. Dapat saja ini dilaksanakan dalam eksistensi partai politik secara sistemik yang dipraktikkan sesuai sistem demokrasi, baik secara tidak langsung yang memerlukan keterwakilan maupun untuk menyatukan kepentingan berbagai aspirasi politik dari masyarakat.

Dalam praktik politik partai baik keterwakilan serta usaha menyatukan kepentingan politik masyarakat dalam demokrasi, ini dilakukan dengan kecenderungan melakukan oligarki berlaku dalam partai politik. Hal ini erat kaitannya dengan yaitu; pertama, organisasi; kedua, keanggotaan; dan ketiga, berkaitan dengan penggunaan organisasi untuk kepentingan pribadi (individu).

Dalam hal ini melalui eksistensi organisasi partai politik, diperlukan wujud birokrasi yang memerlukan orang-orang yang berkeahlian/berkemampuan mengendalikan serta memimpin organisasi yang memiliki permasalahan yang kompleks tersebut, juga penuh dengan kepentingan serta dinamika politik.   

Karena itu, sebagai pemimpin serta pemegang kekuasaan dalam partai politik akan memperlihatkan perilaku sebagai pemegang kuasa mengikutsertakan teknokrat serta birokrat yang memanfaatkan keuntungan memperkaya diri serta kelompoknya. Dimana dukungan teknokrat dan birokrat bergabung mendapatkan jabatan dalam kelompok elite, sehingga memperkuat kekuasaannya serta memperlihatkan "kecongkakan bersama" secara kolektif dapat melakukan apa saja dengan berkehendak melalui kebijakan kekuasaan politik.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved