Polri: Teroris Siapkan Pengantin Bom Bunuh Diri di Kampung Halaman Jokowi di Solo saat Pelantikan

Mabes Polri mengungkapkan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merencanakan aksi bom bunuh diri di kampung halaman Presiden Joko Widodo

Polri: Teroris Siapkan Pengantin Bom Bunuh Diri di Kampung Halaman Jokowi di Solo saat Pelantikan
ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
Tim Densus 88 Anti Teror melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial ARD di Dukuh Segodo, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (15/8/2017). olisi berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya dokumen, buku-buku, rompi, kaus lengan panjang, 8 buah keping VCD, dua buah ponsel serta beberapa SIM card. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc/17. 

SERAMBINEWS.COM - Mabes Polri mengungkapkan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merencanakan aksi bom bunuh diri di kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo.

Selain itu, bom bonuh diri juga disiapkan di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, rencananya aksi itu dilakukan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

"Pengantin bom bunuh diri sudah disiapkan untuk melaksanakan aksi teror pada tanggal 20 Oktober nanti di Solo dan DIY," ungkap Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2019).

Dedi Prasetyo mengatakan, rencana itu disiapkan oleh kelompok JAD Yogya, namun aksi itu berhasil digagalkan aparat Densus 88 Antiteror.

"Informasi ini dari JAD yang sudah ditangkap di Yogya, dari hasil riksa (pemeriksaan) oleh tim Densus," jelasnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, kelompok teroris tersebut berencana menyasar tempat-tempat ibadah dan markas kepolisian di dua kota tersebut.

"JAD Yogya menyiapkan pelaku bom bunuh diri untuk melakukan aksi teror dengan sasaran Mako Polri dan tempat ibadah di Solo dan DIY," bebernya.

Sebelumnya, Mabes Polri menyebut kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) lebih terstruktur di dunia maya melalui media sosial, ketimbang di lapangan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, kondisi ini berbeda dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang justru lebih terstruktur di lapangan.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved