Jurnalisme Warga

UIN Ar-Raniry Bentuk Pusat Kajian Keluarga  

Baru-baru ini saya beserta tiga dosen UIN Ar-Raniry, Dr Phil Saiful Akmal MA, Dr Husni Mubarrak, dan Ruslan MLis memenuhi undangan

UIN Ar-Raniry Bentuk Pusat Kajian Keluarga   
IST
HARRI SANTOSO, S.Psi., M.Ed., Pengajar di Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Jakarta

OLEH HARRI SANTOSO, S.Psi., M.Ed., Pengajar di Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Jakarta

Baru-baru ini saya beserta tiga dosen UIN Ar-Raniry, Dr Phil Saiful Akmal MA, Dr Husni Mubarrak, dan Ruslan MLis memenuhi undangan Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta dalam rangka seleksi beasiswa program singkat International Graduates Certificates of Family Studies (IGCFS) 2020 yang berlangsung di Kantor Pusat Kemenag di Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat.

Bergabung bersama 31 dosen lainnya yang berasal dari sembilan UIN seluruh Indonesia, kami mengikuti serangkaian proses seleksi peserta Program IGCFS 2020, mulai dari seleksi wawancara kesiapan psikologis bagi peserta hingga presentasi proposal penelitian di depan penguji dari University of New Castle, Sidney, Australia.

Sebagai informasi,  program ini adalah program yang telah diinisiasi oleh Kementerian Agama bersama sepuluh UIN seluruh Indonesia, di antaranya UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Walisongo Semarang, UIN Mataram, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makassar, dan IAIN Surakarta bersama dengan New Castle University.

Para peserta yang lolos nantinya akan melakukan riset di Indonesia selama tiga-enam bulan dan selanjutnya akan berada di New Castle University selama empat bulan, yakni Juli-November 2020. Selama di Australia, peserta akan mengikuti kuliah selama satu semester dengan beberapa kursus antara lain, Foundations in Family Studies; Family Diversity; Engaging Families dan Communities dan Special Project in Family Studies.

Selain ditargetkan menghasilkan artikel yang harus dimuat di jurnal internasional, para peserta nantinya setelah kembali ke Indonesia akan menjadi tokoh yang akan mengembangkan pusat kajian keluarga di masing-masing universitas asal mereka dan terlibat aktif di Network of Indonesian-Australian Family Studies (NIAFS), sebuah jaringan kerja sama antara Indonesia dan Australia terkait dengan pengembangan pusat kajian keluarga di dua negara tersebut. Tentunya pusat-pusat kajian yang akan dibentuk nantinya mampu memberikan kontribusi positif bagi kedua negara dalam tataran teori maupun implementasi di tengah-tengah masyarakat.

Jika merujuk kondisi keluarga Indonesia saat ini, masih banyak keluarga di negeri kita yang mengalami kerentanan sehingga belum dapat mencapai kesejahteraan yang diinginkan. Untuk mencapai visi keluarga sejahtera, diperlukan ketahanan keluarga di mana keluarga harus mampu memenuhi segala kebutuhannya, terutama yang terkait dengan kebutuhan dasar manusia, yaitu sandang, papan, dan pangan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran strategis dan penting dalam menentukan kualitas bangsa kita ke depan. Keluarga juga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai agama, moral, etika, dan pembentukan kepribadian anggotanya.

Di samping itu, keluarga merupakan tempat di mana seseorang pertama kali dididik dan dibesarkan serta dikenalkan dengan kehidupan yang membuat seseorang tumbuh dan berkembang. Mengingat pentingnya peran keluarga bagi masyarakat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi yang menjelaskan bahwa keluarga merupakan wahana utama untuk mendidik, mengasuh, dan menyosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggota keluarganya agar dapat menjalankan fungsi di masyarakat dengan baik serta memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga sejahtera.

Dalam konteks Indonesia,  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia menyebutkan delapan fungsi keluarga yaitu: Fungsi agama, fungsi kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan linkungan.

Dari laporan yang saya sampaikan di atas menunjukkan pentingnya pusat kajian keluarga hadir tidak saja di UIN Ar-Raniry, tapi juga di tengah-tengah masyarakat Aceh, melihat fenomena-fenomena tentang kerentanan keluarga seperti perceraian, penganiayaan, perselingkuhan masih santer terdengar di provinsi yang berjuluk Serambi Mekkah ini.  Semoga dengan keikutsertaan akademisi UIN Ar-Raniry pada kegiatan di atas, tidak saja memberikan efek positif kepada para peserta, tapi lebih dari itu: kehadiran dan peranan kampus dalam menciptakan keluarga Aceh dan Indonesia yang sejahtera tentulah amat dinantikan, sebab keberadaan kampus di Indonesia memiliki tiga peran, yaitu pendidikan, pengajaran, dan pengabdian masyarakat.

Melalui kegiatan di atas diharapkan mampu memberikan wawasan dan warna baru dalam menciptakan keluarga Indonesia yang sejahtera karena kita berkeyakinan bahwa Indonesia kuat adalah susunan dari keluarga yang sehat dan sejahtera. Semoga.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved