Nelayan Idi Selamatkan Pria Myanmar, Ikut Menangkap Ikan Selama 11 Hari

Nelayan Idi di Kapal Motor (KM) Jalur Harapan Makmur berhasil menyelamatkan seorang pria Myanmar yang terombang-ambing

Nelayan Idi Selamatkan Pria Myanmar, Ikut Menangkap Ikan Selama 11 Hari
DOK UPTD PPN IDI
U San Win (tengah) nelayan asal Myanmar diserahkan ke Kantor Imigrasi Langsa kelas II TPI Langsa, yang diterima Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Fachriyan, di Langsa, Selasa (15/10/2019).

IDI - Nelayan Idi di Kapal Motor (KM) Jalur Harapan Makmur berhasil menyelamatkan seorang pria Myanmar yang terombang-ambing di tengah laut perairanIndonesia pada Kamis (3/10) siang pukul 11.00 WIB. Seusai diselamatkan, pria itu ikut melakukan penangkapan ikan selama 11 hari sebelum dibawa ke TPI Idi pada Selasa(15/10) pagi pukul 08.30 WIB

Abdul Muthaleb, tekong KM Jalur Harapan Makmur, mengatakan pihaknya menyelamatakan U San Win (44) nelayan asal Myanmar seusai melihat dari kejauhan ada satu benda mengapung. “Saat kami mendekat, dia  terduduk lemas di atas pelampung gabus dengan menutup kepala, kemudian kami naikkan ke atas boat,” ujarnya.usai memberikan keterangan kepada petugas UPTD PPN Idi.

Saat itu, jelas Abdul Muthaled, kondisi nelayan Myanmar itu sangat lemas, bahkan tidak mampu berdiri. “Kemudian, kami beri makan, minum, dan obat, selanjutnya ikut kami melaut selama 11 hari,” jelas Abdul Muthaled.

“Berdasarkan pengakuannya, dia telah mengampung di laut selama 21 hari tanpa makan dan minum,” jelasnya, seraya menyebutkan sebelumnya mereka berangkat melaut dari PPN Idi, pada 30 September 2019 pukul 12.00 WIB. Abdul Muthaled mengungkapkan 11 teman U San Win yang sesama nelayan dari Myanmar ditangkap oleh pihak keamanan India.

“Saat mereka hendak pulang dari perairan laut India (Laut Andaman) ke Myanmar, dikejar oleh aparat keamanan India, lalu ditembaki, dan mereka melompat ke laut. Tapi 11 awak ditangkap, tetapi U San Win (44) selaku tekong kapal berhasil melarikan diri,” jelas Abdul Muthaled.

Setelah U San Win (44) melarikan diri dia mengapung di laut menggunakan pelampung gabus untuk kembali ke Myanmar dengan cara mengayuh. “Tapi dia tidak mampu, sehingga terhanyut ke perairan Indonesia. Setelah 21 hari terombang-ambing baru kami temukan,” tambahnya.

Setiba di PPN Idi, Selasa pagi, disambut oleh Kepala Seksi Tata Kelola dan Kesyahbandaran UPTD PPN Idi, Abubkar SSt, Pi, Pol Airud, Wakil Panglima Laot Lhok Idi, Sulaiman, dan Komandan Pos TNI AL (Danposal), Serma M Oksan.

Abubakar mengatakan setelah selesai dilakukan BAP kronologi  penyelamatan U San Win (44), didampingi Komandan Pos TNI AL Idi, Serma M Oksan, menyerahkan U San Win (44) ke pihak Kantor Imigrasi Langsa kelas II TPI Langsa, yang diterima Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Fachriyan, di Langsa.

“Kami sudah buat BAP kronologis korban hanyut sesuai pengakuan korban yang telah diterjemahkan juru bahasa Myanmar. Selanjutnya korban diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II B Langsa untuk diproses lebih lanjut,” jelas Abubkar.

Fachryan mengatakan, pihaknya sudah menerima U San Win (44) dan saat ini ditempatkan, di ruang detensi Imigrasi untuk proses pemeriksaan keimigrasian. Selanjutnya, pihaknya, akan berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Myanmar untuk Republik Indonesia di Jakarta, terkait proses pemulangannya.

“Warga Myanmar ini juga memiliki kartu identitas sebagai nelayan. Dari kartu identitas itu nanti kita akan koordinasi dengan Kedutaan Besar Myanmar untuk memastikan kewarganegaraannya,” ungkap Fachryan. Nelayan asal Myanmar itu  asal Soe Taw Yan Cawnta (Kota), Myanmar, Jalan May Cae Win Naymaaya.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved