Jurnalisme Warga
Momen-momen Penting Muhammadiyah di Banda Aceh
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh dengan dukungan Pemerintah Aceh melalui Biro Kesejahteraan dan Kesejahteraan Rakyat
Adapun faktor eksternal berdirinya Majelis Tarjih di Muhammadiyah adalah perkembangan-perkembangan yang terjadi pada umat Islam umumnya di luar Muhammadiyah yang dalam hal ini adalah perselisihan paham mengenai masalah-masalah furu’ fiqhiyah yang biasanya dinamakan masalah khilafiah. Di samping itu juga masalah ajaran Ahmadiyah yang mulai diperkenalkan di Indonesia pada akhir perempat pertama abad 20. Perselisihan dan pertentangan-pertentangan itu mengancam keutuhan Muhammadiyah, sehingga mendorong pembentukan majelis tarjih yang ditugasi, antara lain, untuk menyelidiki berbagai macam pendapat itu, untuk diambil yang paling kuat dalilnya, guna menjadi pegangan anggota-anggota Muhammadiyah. Begitulah, sidang-sidang tarjih terus dilaksanakan di sela-sela muktamar. Hal ini untuk mematangkan bahan-bahan yang akan dibawa ke dalam agenda mukhtamar. Seperti yang barusan dilaksanakan, yakni Sidang Tarjih Fikih Keagamaan Tingkat Nasional di Banda Aceh, 14-17 Oktober 2019. Hasil dari sini nanti akan dipersiapkan untuk Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Kota Solo, Jawa Tengah, pada 1-5 Juli 2020. Ya, demikianlah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/cut-ricky-firsta-rijaya-kabid-sosial-dan-pemberdayaan.jpg)