Berita Aceh Utara

Rapat Dengar Pendapat DPRK Aceh Utara dengan Pihak Pertamina Ditunda, Ini Sebabnya

Karena itu pertemuan tersebut akan dilanjutkan kembali pada Rabu (23/10/2019) sesuai jadwal permintaan dari Pertamina.

Rapat Dengar Pendapat DPRK Aceh Utara dengan Pihak Pertamina Ditunda, Ini Sebabnya
Dok DPRK Aceh Utara
Ketua Sementara DPRK Aceh Utara Arafat (tengah) dan Wakil Ketua Sementara (kanan) Hendra Yuliansyah ketika memimpin rapat paripurna. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Lhokseumawe tak memenuhi undangan DPRK Aceh Utara untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan pada Jumat (18/10/2019) sekira pukul 14.30 WIB.

Pihak pertamina tak memenuhi undangan tersebut karena sedang mengikuti kegiatan di luar kota. Hal itu disampaikan pertamina melalui surat balasan nomor 536/F11439/2019-SO, tertanggal 17 Oktober 2019, yang diteken Fuel Manager Pertamina Lhokseumawe, Bunair.

Pihak pertamina meminta supaya pertemuan tersebut diundur. “Merujuk Surat DPRK Aceh Utara nomor 005/089 perihal perihal RDP dengan DPRK Aceh Utara mengenai Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Solar dan Kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram, dengan sudi kira agar Jadwal kegiatan tersebut diundur Rabu, 23 Oktober 2019,” Tulis Bunair.

Dikarenakan lanjut Bunair, pada hari yang ditentukan sebelumnya sedang ada kegiatan di luar kota. Hal serupa juga disampaikan Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Arafat. “Ditunda pertemuannya, karena pertamina sedang ada kegiatan di luar kota,” ujar Arafat kepada Serambinews.com, Jumat (18/10/2019).

Karena itu pertemuan tersebut akan dilanjutkan kembali pada Rabu (23/10/2019) sesuai jadwal permintaan dari Pertamina. “Jadi kita adakan pertemuan Rabu mendatang ini,” ujar Arafat.

Sementara itu Anggota DPRK Aceh Utara Razali Abu kepada Serambinews.com menyebutkan sebelumnya dirinya menyarankan agar pimpinan DPRK Aceh Utara menyurati Pertamina untuk mengetahui penyebab kelangkaan solar dan LPG di Aceh Utara.

“Apalagi saya sudah mengadakan pertemuan dengan ratusan nelayan di kawasan saya, Kecamatan Lapang,” ujar Razali Abu. Para nelayan di kawasannya tak bisa melaut, karena kesulitan memperoleh solar. Kendati pun ada solar, tapi jumlah yang diperoleh sesuai kebutuhan nelayan.(*)

VIRAL Taruna TNI AL Lantunkan Ayat Alquran saat Seleksi, Lolos Berpredikat Terbaik: Saya Anak Petani

Pemko Lhokseumawe Usul 567 Formasi CPNS 2019, Ini Kuota yang Disetujui Pusat, P3K belum Ada Kabar

Pasca Digerebek Istri, Begini Pengakuan Ipda Supriyono: Kalau Niatnya Mau Zina, Ngapain Ngajak Anak?

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved