Distan Pangkas Kapasitas Ketel, Dari 1 Ton Menjadi 600 Kg
Dinas Pertanian (Distan) Aceh Selatan memaparkan progres proyek pembangunan ketel serai wangi yang menjadi sorotan
TAPAKTUAN - Dinas Pertanian (Distan) Aceh Selatan memaparkan progres proyek pembangunan ketel serai wangi yang menjadi sorotan civil society atau aktivis di daerah itu. Distan menegaskan, pembangunan ketel tersebut tetap akan dirampungkan pada tahun 2019, namun kapasitasnya dipangkas dari rencana semula 1 ton menjadi 600 kilogram (kg).
Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Aceh Selatan, Yulizar SP MM menjelaskan, bahwa pada awalnya ketel serai wangi tersebut direncanakan dibangun untuk kapasitas 1 ton. "Namun dengan pagu anggaran yang ada, pengadaan ketel tersebut tidak dapat terlaksana karena pagunya terlalu rendah. Sehingga kemudian dilakukan revisi dalam perubahan APBK tahun 2019 menjadi kapasitas 600 kg untuk 3 unit, dengan pagu anggaran sebesar Rp 368.573.600," jelas Yulizar dalam keterangan persnya, Jumat (18/10).
Oleh sebab itu, terang Yulizar, proses lelang paket pembangunan ketel serai wangi itu dipastikan akan tetap dilaksanakan tahun ini. Hanya saja, beber dia, pelelangannya baru dilakukan setelah disahkannya DPA Perubahan Dinas Pertanian Aceh Selatan Tahun 2019, sehingga sedikit mengalami keterlambatan. "Saat ini, pelaksanaan pembangunan ketel serai wangi tersebut sedang dalam proses untuk pelelangan, jadi tetap dilaksanakan dalam tahun 2019 ini," tegas Kadistan.
Menanggapi adanya program di Dinas Pertanian yang belum terealisasi sekarang ini seperti dipertanyakan para aktivis, Yulizar menekankan, semua program yang telah ditetapkan dalam DPA Tahun 2019, akan dilaksanakan seluruhnya pada tahin ini. "Kami akui, sampai saat ini memang ada yang belum terealisasi 100 %, terutama kegiatan yang mengalami perubahan/revisi dalam APBK Perubahan 2019, sehingga masih ada yang dalam proses lelang. Namun demikian, dengan sisa waktu yang ada, seluruh kegiatan tersebut diharapkan akan selesai tepat waktu," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami sempat mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) setempat yang dinilai lamban, karena banyak program yang tidak terealisasi sesuai jadwal, bermasalah, dan bahkan ada yang terancam gagal terlaksana.
"Misalnya, program pembuatan ketel penyulingan sereh wangi yang hingga kini belum ada realisasi pengadaannya oleh Distannak Aceh Selatan," kata Ali Zamzami kepada Serambi, Kamis (17/10). “Padahal, pengadaan fasilitas bagi petani serai wangi tersebut semestinya sudah direalisasikan pada April 2019,” imbuh dia.
Dampak dari lambannya kinerja dinas tersebut, ucapnya, ketel penyulingan serai wangi yang semestinya dapat dimanfaatkan oleh petani setidaknya pada September 2019, belum terealisasi barangnya. "Malah, ada beredar rumor kalau Distannak Aceh Selatan akan membatalkan program tersebut. Mudah-mudahan saja itu tidak benar,” tutupnya.(tz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kadis-pertanian-asel-yulizar3.jpg)