Atap Rumah Sukurman Timpa Rumah Masran

Badai berkecamuk di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (19/10) menjelang tengah malam. Badai yang ditandai dengan hujan deras

Atap Rumah Sukurman Timpa Rumah Masran
SERAMBI/DEDE ROSADI
Atap rumah Sukurman, warga Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil copot dan diterbangkan badai, Minggu (20/10/2019). 

* Badai Berkecamuk di Pulau Banyak

SINGKIL - Badai berkecamuk di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (19/10) menjelang tengah malam. Badai yang ditandai dengan hujan deras serta angin kencang itu membuat atap rumah milik Sukurman, warga Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak copot dan beterbangan sebelum kemudian menimpa atap rumah tetangganya Masran yang ikutan rusak. Badai yang terjadi sejak Sabtu malam tersebut, baru reda pada Minggu (20/10) pagi, namun angin masih berhembus kencang hingga memicu gelombang tinggi.

“Akibat badai ini, dua unit rumah warga kami rusak, masing-masing rumah milik Sukurman dan Masran. Mulanya atap rumah Sukurman terbang menimpa rumah Masran, sehingga jadi dua yang rusak," kata Keuchik Pulau Baguk, Hardi kepada Serambi, Minggu kemarin.

Hardi menyebutkan, badai yang merusak rumah warganya pada Sabtu malam itu, bukan yang pertama terjadi. Ia mengungkapkan, itu adalah badai kedua yang menimpa desa tersebut,dalam sebulan terakhir. "Kali ini ada dua rumah warga yang rusak," ujarnya.

Hardi berharap, Pemkab Aceh Singkil segera memberikan bantuan masa panik kepada para korban. Mengingat korban yang merupakan nelayan itu saat ini tidak bisa mencari nafkah ke laut, lantaran lebih dulu harus memperbaiki rumah mereka. Pada Minggu siang, Masran mulai memperbaiki atap rumahnya yang rusak. Sedangkan Sukurman mengumpulkan lembaran seng yang copot sambil menjemur kasur dan barang lain yang basah.

Suasana mencekam

Secara terpisah, Sukurman menceritakan suasana saat badai berkecamuk dan memporak-porandakan atap rumahnya. Menurut Sukurman, malam itu suasana sangat mencekam, di mana putaran angin bergemuruh di atap rumahnya sebelum kemudian menerbangkan atap seng kamar rumahnya yang terletak di bagian belakang. “Kondisi itu membuat panik anak-anak kami yang sedang tertidur lelap. Anak-anak terbangun dan berlarian ke ruang tengah. Hujan deras pun masuk ke dalam rumah," cerita Sukurman.

Di tengah situasi mencekam itu, keluarga Sukurman tetap berusaha bertahan di dalam rumah. Mereka berusaha berteduh dari hujan dan membiarkan tempat tidur di dalam kamar kebasahan karena atapnya tak ada lagi sudah diterbangkan angin kencang.

Suasana panik di tengah malam juga dirasakan keluarga Masran, tetangga Sukurman. Suasana kian mencekam ketika tiba-tiba angin mengeluarkan suara bergemuruh dan terdengar suara hantaman menimpa rumah kayu miliknya. Rumah itu kemudian berguncang hebat akibat tertimpa atap rumah Sukurman yang copot. "Suaranya terdengar keras membuat kami terkejut," ucap Masran.(de)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved