Breaking News:

Dana PAUD di Pidie Capai Rp 4,8 Miliar  

Dana Bantuan Operasional Pengelolaan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain Bersama (KB)

Puluhan guru kontrak Aceh 2005 mendatangi DPRA untuk berdialog dengan anggota Komisi V dan tim Anggaran TAPA, Senin (28/11/2016). Mereka berdialog untuk mencari solusi terkait alokasi dana pendidikan Rp 89 miliar. SERAMBI/M ANSHAR 

SIGLI - Dana Bantuan Operasional Pengelolaan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain Bersama (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Tempat Penitipan Anak (TPA) di Pidie tahun 2020 mencapai Rp 4,8 miliar. Anggaran DAK yang dibantu Pemerintah Pusat itu lebih tinggi daripada tahun 2019 sebesar Rp 4,417 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie, Idhami MSi, didampingi Kabid Non Pendidikan Formal, Yusmadi MPd, kepada Serambi, Minggu (20/10) mengatakan, tercatat 148 lembaga pendidikan terdiri dari PAUD, KB, TK, dan TPA menerima BOP tahun 2019 Rp 4,417 miliar. Bantuan non-fisik tersebut telah disalurkan untuk tahap pertama ke masing-masing rekening lembaga. Setiap lembaga paling tinggi menerima Rp 63 juta dan terendah Rp 3,6 juta.

Ia menjelaskan, jumlah murid TK menerima BOP non-fisik tersebut 5.403 orang. Rinciannya, dari 36 TK Negeri dan 148 TK swasta. Berikutnya, 44 lembaga TPA, 2.160 KB, dan 176 PAUD.

Menurutnya, saat ini lembaga pendidikan telah menarik dana BOP sekitar 50 persen yang merupakan dana tahap pertama. Sementara dana tahap kedua belum diambil, menyusul pemilik lembaga belum mempertanggungjawabkan kegiatan penggunaan dana tahap pertama. Pihaknya mendorong supaya dana tahap kedua segera bisa dicairkan. Sehingga dana tahap kedua itu tidak tersimpan lama di Kasda Pidie.

"Saat pencairan dana tahap pertama dan kedua, maka dilakukan verifikasi terhadap berkas yang hasilnya dikeluarkan melalui SK bupati. Pencairan dana dikirim bank ke rekening masing-masing lembaga," jelasnya.

Ia menyebutkan, besaran dana diterima lembaga berdasarkan banyaknya murid yang menimba ilmu di lembaga tersebut. Sebab, penjatahaan dana BOP yang ditentukan Pemerintah Pusat dikalkulasikan dengan jumlah murid.

Setiap murid menerima Rp 600 ribu per orang per tahun. "BOP jatah murid tidak diberikan dalam bentuk dana tunai, melainkan dalam bentuk kegiatan yang dibuat lembaga sebagai tempat si anak menuntut ilmu," jelasnya. (naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved