Kadin Mualem Teken MoU Rp 280 M

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh di bawah kepemimpinan Muzakkir Manaf (Mualem) melakukan penandatanganan

Editor: hasyim
SEAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al Haytar, Ketua PA/KPA Muzakir Manaf (Mualem), Wakil Ketua KPA Kamaruddin Abubakar, dan staf khusus Wali Nanggroe M. Raviq diterima Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Selasa (8/10/2019). 

* Dengan AgForce Quensland, Australia

BANDA ACEH - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh di bawah kepemimpinan Muzakkir Manaf (Mualem) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan AgForce Quensland, Australia. Keduanya bersepakat melakukan kolaborasi perdagangan dan investasi untuk menguatkan produk-produk hasil pertanian, peternakan, produk pengolahan daging dan susu, produk perikanan, serta kerja sama ekonomi dan penguatan kapasitas kemitraan senilai USD 20 juta atau sekitar Rp 280 miliar.

Penandatangan MoU kerja sama perdagangan tersebut dilakukan dalam arena Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE, Bumi Serpong Damai (BSD) City, 16-20 Oktober 2019, yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan RI. MoU ditandatangani oleh Dr Phil Suraiya IT MA mewakili Kadin Aceh dan Welly Salim, International Trade Officer mewakili AgForce Quensland.

Hadir dalam penandatanganan MoU tersebut, Konsul Jenderal RI di Sydney, Heru Hartanto Subolo, Atase Perdagangan KBRI Canberra, Agung Wicaksono Sochirin, Kemenlu RI, dan tim Kemendag RI, khususnya di bawah koordinasi Indonesia Trade and Promotion Center Sidney, serta delegasi perwakilan dagang Kadin Aceh.

”MoU ini merupakan komitmen kedua pihak untuk mendukung langkah Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan perdagangan dan investasi Aceh ke depan. Langkah ini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sehingga petani maupun peternak di Aceh tidak lagi khawatir dengan urusan pemasaran produk,” kata Suraiya IT sebagaimana rilis yang diterima Serambi, Minggu (20/10).

AgForce merupakan organisasi Australia yang mewakili produsen gandum, biji-bijian, sapi, domba, dan produk-produk pertanian di ‘Negeri Kangguru’ itu. Anggota AgForce menyuplai produk makanan untuk Australia dan banyak negara di berbagai belahan dunia. Organisasi yang didirikan tahun 1999 ini telah berkontribusi terhadap pasokan kebutuhan bahan makanan global.

Direktur Eksekutif Kadin Aceh, Juanda Djamal menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU ini, pihak AgForce Quensland akan melakukan kunjungan ke Aceh guna meninjau beberapa potensi lokasi dan membahas persiapan memulai perdagangan dan investasi di Aceh. “Banyak potensi di Aceh dan Australia yang dapat digarap bersama yang tentunya bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Juanda.

Garap Pasar Australia dan Selandia Baru                                                                                                                                    

Muzakkir Manaf alias Mualem sejak memimpin Kadin Aceh di medio Mei 2018, secara sistematis terus mendorong agar terbukanya pasar untuk produk Aceh ke luar negeri. “Produk Aceh bagus-bagus dan diminati pasar global, mulai dari India, Amerika, hingga Australia. Tinggal kita mengemasnya saja dengan citarasa lokal orang asing,” ujar Mualem.

Mualem mengungkapkan, Kadin Aceh sudah menugaskan Teuku Murdani untuk membuka pasar yang lebih luas di Australia dan Selandia Baru atau New Zealand. “MoU ini kita harapkan menjadi awal penetrasi produk ekspor Aceh ke Australia dan negara-negara di Pasifik,” ujarnya.

“Di sisi lain, pasar Amerika Serikat saat ini juga masih konsisten dengan membeli produk kopi Aceh. Tentu ini perlu ditambah lagi dengan berbagai macam produk lainnya via pasar di New York,” tambah Mualem.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Aceh itu menyebutkan, Kadin Aceh baru saja mengirimkan tim dagang ke India untuk menjajaki tindak lanjut MoU yang telah ia diteken dengan Andaman Chamber of Commerce and Industry (ACCI), dan Port Blair, serta United Economic Forum (UEF) Chamber of Commer Chennai, India.

Kedua lembaga Kadin India itu, ucapnya, juga menyambut positif kerja sama dagang dengan Aceh. “Pada akhir tahun ini, Kadin Aceh juga berencana akan mengikuti rangkaian Expo Dagang di Qatar. Expo ini diharapkan akan membuka pasar lebih luas ke Timur Tengah,” tutup Mualem.(yos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved