Kamis, 9 April 2026

dr Lili Kuswani SpOG, Ketua Persit yang Selalu Siap Melayani Pasien

KETUA Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0101 PD Iskandar Muda ternyata seorang dokter spesialis kandungan

Editor: bakri
IST
dr Lili Kuswani SpOG 

KETUA Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0101 PD Iskandar Muda ternyata seorang dokter spesialis kandungan. Selain bertugas di tiga rumah sakit di Banda Aceh, pemilik nama lengkap dr Lili Kuswani SpOG ini juga membuka praktik.

Dengan jadwal yang padat tersebut, dr Lili ternyata masih bisa meluangkan waktu untuk anak-anak dan suaminya Kolonel Inf Hasandi Lubis SIP, yang menjabat Dandim 0101/BS. Baginya keluarga adalah yang utama.

“Saya ingin kami semua selalu bisa menghabiskan waktu bersama-sama. Saya ingin mengurus anak-anak sampai mereka dewasa dan mandiri. Karena masa kecil anak-anak nggak bisa diulang dan saya nggak mau kehilangan momen itu,” kata dr Lili kepada Serambi, Senin (20/10/2019).

Untuk diketahui, dokter Lili pindah ke Aceh sejak 2012 lalu, mengikuti tugas suaminya sebagai Danyonif 111/KB. Pada 6 November 2018, suaminya diangkat sebagai Dandim 0101/BS dan sejak saat itu jabatan Ketua Persit melekat pada dirinya.

Meski demikian, panggilan jiwanya sebagai seorang dokter tetap tidak bisa ditahan. Saat ini, dr Lili bertugas di tiga rumah sakit di Banda Aceh, yakni RS Kesdam IM, RS Harapan Bunda, dan RS Tgk Fakinah.

“Karena bukan PNS, jadi saya tidak begitu terikat harus menetap di satu kota dan tidak terbebani waktu jam kerja sebagai PNS. Alhamdulillah saya tetap bisa dampingi suami kemana pun beliau bertugas, walau saya harus memulai dari nol lagi saat berada di tempat baru,” ujar perempuan kelahiran Medan, 16 Oktober 1980 silam ini.

Di samping itu, ia juga membuka membuka praktek, yang dibatasi hanya sampai pukul 16.00 WIB, dengan harapan sorenya bisa berkumpul bersama anak-anak. Namun terkadang, praktik dokternya harus ditutup saat ia sedang menghabiskan waktu bersama keluarga atau sedang ada giat ibu-ibu persit, kecuali pada kasus-kasus darurat (emergency).

Pada kasus-kasus darurat itulah ia sering menghadapi situasi sulit. Situasi ini pernah beberapa kali ia alami saat sedang jalan-jalan atau berada di suatu tempat bersama keluarga. “Saya harus tinggalkan mereka karena ada kasus emergency yang harus segera mendapat pertolongan,” ujar dr Lili.

Meski awalnya anak-anak sempat protes karena sering ditinggal tiba-tiba, tetapi seiring waktu anak-anak juga mulai paham akan tugas dan tanggung jawab mamanya sebagai seorang dokter. “Alhamdulillah untuk saat ini anak-anak sudah sangat paham kalau tiba-tiba harus saya tinggal untuk melaksanakan tugas,” kata dr Lili.

Ia juga sangat bersyukur memiliki suami yang sangat mengerti akan situasi dirinya dan mendukung apa yang dilakukannya. Bahkan sang suami, Kolonel Inf Hasandi Lubis, ikut mengantar dan menungguin dirinya di rumah sakit saat tiba-tiba di tengah malam ada pasien yang harus mendapat penanganan operasi.

Sang suami juga mendukung kegiatan sosial yang ia lakukan, yakni memberi pelayanan dan penanganan gratis kepada pasien-pasien kurang mampu yang tidak mendapatkan rujukan USG. Pelayanan gratis itu ia berikan setiap Jumat di tempat praktiknya. “Alhamdulillah, kalau masih mampu kita berbagi, kenapa tidak. Semoga apa yang kami lakukan ini mendapat berkah dan keridahaan dari-Nya. Aamiiin,” ujar dr Lili Kuswani SpOG.

Ia juga memiliki mimpi yang ingin ia wujudkan, yakni membuka tempat belajar tahfidz untuk anak-anak kurang mampu. Ia mengaku ingin melakukan sesuatu yang berarti dan bermanfaat, serta bisa berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung dan membutuhkan perhatian.

“Jika Allah berkehendak, saya ingin sekali membangun sebuah tempat tahfiz untuk anak-anak kurang mampu, agar mereka bisa tinggal dan belajar di sana. Semoga kami bisa mewujudkannya,” demikian harap dr Lili.(misran asri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved