Kembali ke Tanah Papua, Jelang Babak 8 Besar Liga 2

TUNTAS sudah laga ketat di babak penyisihan kompetisi Liga 2 musim 2019. PSMS Medan melengkapi wakil Wilayah Barat

TUNTAS sudah laga ketat di babak penyisihan kompetisi Liga 2 musim 2019. PSMS Medan melengkapi wakil Wilayah Barat yakni Persiraja, Persita Tangerang, dan Sriwijaya FC Palembang. Anak-anak Medan memastikan lolos usai menang telak atas BaBel United FC, 4-1, di Stadion Teladan, petang kemarin.

Di Wilayah Timur, Martapura FC Kalimantan Selatan menjadi tim terakhir lolos. Besutan Frans Sinatra Huwae itu bergabung bersama Macan Putih Persik Kediri, Persewar Waropen (Papua), dan klub degradasi dari Liga 1 musim lalu, Mitra Kukar Tenggarong, Kalimantan Timur.

Menyusul hasil ini, delapan konsestan Liga 2 musim ini kembali harus bertarung di babak delapan besar. Sesuai dengan regulasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), Persiraja sebagai peringkat pertama bergabung dengan Persewar Waropen (2), Sriwijaya FC (3), dan Mitra Kukar FC Tenggarong di Grup A.

Sementara di Grup B, juara Wilayah Timur, Persik Kediri akan menghadapi Persita Tangerang (2), Martapura FC (3), dan PSMS Medan (4). Khusus Martapura FC, mereka menyegel tiket terakhir usai mempermalukan tuan rumah PSBK Biak, Papua, di Stadion Cenderawasih. Dalam duel kemarin, Martapura menang 1-0 berkat gol di lima menit menjelang laga bubaran.

Di babak delapan besar nanti, delapan tim akan bertanding setengah kompetisi dengan format home and away. Di mana, posisi pertama dan kedua dipastikan lolos ke semifinal. Bagi dua tim melaju ke partai final, dipastikan langsung promosi ke Liga 1 musim depan.

Sedangkan dua tim yang gagal di semifinal, kembali harus bertarung guna memperebutkan satu tiket terakhir. Bukan rahasia lagi, dari Liga 1 hanya ada tiga kesebelasan degradasi ke Liga 2 musim berikutnya. Artinya, delapan tim ini terlibat duel mati-matian untuk mengejar tiga tiket promosi ke Liga 1.

Khusus Persiraja, pembagian grup di babak delapan besar terhitung spesial. Ya, Lantak Laju kembali ke Tanah Papua. Terakhir, tim bermarkas di Lampineung ini bertanding di ujung Timur Indonesia itu pada tahun 2011. Kala itu, Azhari, Abdul Musawir, Hendra Saputra, Andrea, dan Dicky Anggriawan melakoni babak delapan besar divisi utama.

Ketika itu, Persiraja datang ke Stadion Mandala, Jayapura, Irian dengan status juara Wilayah Barat. Azhari dkk bergabung bersama Persegres Gresik, Persidafon Dafonsoro, dan tuan rumah Persiram Raja Ampat. Dari hasil itu, Persiraja finis di posisi runner-up di bawah Persidafon.

Memori delapan tahun di Tanah Papua kala itu terhitung manis. Dari tiga partai, tim yang dimanajeri Tgk Adly Tjalok sukses membekap Persegres Gresik (2-1), kalah dari Persiram 0-2, dan terakhir menahan imbang Dafonsoro 1-1. Tentu saja, nostalgia dari Bekatal dkk coba diulang.

Namun, kondisi saat ini tentu saja berubah. Pada 2011 lalu, Lantak Laju melakoni pertandingan dengan sistem home tournament. Kini, besutan Hendri Susilo hanya datang untuk tandang ke Stadion Cenderawasih, Biak, Papua. Karena, Persewar Waropen lebih memilih tampil di Biak dibandingkan Jayapura.

Lalu, bagaimana kans delapan konsestan Liga 2? Kita tunggu saja pertarungan ketat sejak 28 Oktober hingga 30 Novemer 2019. Mereka akan saling mengalahkan demi satu tiket promosi. Namun, sebelumnya mereka harus bekerja keras di lapangan, menguras keringat, dan jangan lupa harus merogoh dompet dalam-dalam dalam melakoni perjalanan ke Tanah Papua.(imran thayeb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved