Minggu, 12 April 2026

Apri Yanti, Atlet Taekwondo yang Jadi Ketua PN Idi

Hari-hari Apri Yanti semakin padat semenjak menjadi Ketua Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, perempuan 40 tahun yang menyandang

Editor: bakri
IST
Apri Yanti 

Hari-hari Apri Yanti semakin padat semenjak menjadi Ketua Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur. Perempuan 40 tahun yang menyandang gelar SH MH ini dilantik sebagai Ketua PN Idi pada, 17 Mei 2019 lalu.

Hakim kelahiran Sigli, Pidie, tahun 1979 ini sadar betul dengan beban tugas yang diembannya. Sebagai seorang perempuan, Apri Yanti harus bisa membagi waktu antara tugasnya sebagai ketua pengadilan negeri dengan kodratnya sebagai istri dan ibu dari tiga anak.

Suami Apri Yanti, yakni Bachtiar Hasan SAg MH, merupakan PNS Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Putra pertama dan kedua, yaitu Hafidz Sayyidul Anam (15) dan Faidz Najmul Alam (14), sedang menuntut ilmu di dayah tahfiz Alquran di Aceh Besar. Sementara si bungsu Yazidz Khalilul Akram, ikut bersamanya di Aceh Timur.

Ditemui Serambi di ruang kerjanya, Jumat (18/10) lalu, Apri Yanti bercerita panjang lebar perjalanan karirnya sebagai hakim. Alumnus Fakultas Hukum Unsyiah ini, memulai karirnya sebagai PNS di Kabupaten Bireuen pada tahun 2002, setelah lulus tes calon Hakim di Kemenkumham RI pada tahun yang sama. “Saat itu tahun 2002 Aceh kekurangan hakim karena masih konflik,” ungkap Apri Yanti.

Apri Yanti resmi menjadi hakim dan memimpin sidang pertama kalinya saat bertugas di PN Sigli pada tahun 2005. Sejak itu, Apri Yanti pernah beberapa kali pindah tugas, dari Sigli ke Jantho, selanjutnya ke Lhokseumawe, hingga menjabat Wakil Ketua PN Idi, Aceh Timur sejak Maret 2018.

14 tahun menjalankan tugas negara sebagai hakim, Apri Yanti sering harus hidup terpisah dengan suami yang juga mengabdi sebagai PNS. Namun, ketiga anak mereka tetap bersamanya, dari bayi hingga kini dua di antaranya sudah menginjak remaja. Meski terasa berat, namun Apri Yanti bisa menjalani semua tugas dan fungsi pokoknya sebagai istri, ibu tiga anak, dan hakim dengan baik.

Selama 14 tahun menjadi hakim, tentu banyak suka duka yang dialami oleh Apri Yanti. “Tapi adanya juga yang menarik,” ungkapnya seraya mencerita beberapa pengalaman menarik sejak pertama kali menjadi hakim.

Dukanya adalah, jelas Apri Yanti, karena jauh dari suami sehingga saat anak maupun dirinya sakit harus tetap kuat dan mandiri. “Sejak mengandung anak pertama hingga ketiga saya jauh dari suami, tapi sudah menjadi konsekuensi yang harus saya jalani. Keadaan menuntut saya harus menjadi strong women,” ungkap Apri Yanti.

Suami Apri Yanti selalu memberikan motivasi, dukungan, dan tausiah agar dirinya kuat menjalani peran sebagai ibu sekaligus menjalankan tugas negara. “Intinya saling mendukung masing-masing karir dan untuk masa depan anak. Kita harus mandiri, wanita itu memang lemah, tapi tidak seorang ibu, seorang ibu harus kuat melakukan apapun demi anaknya,” ungkap Apri Yanti.

Sebagai Ketua PN Idi, selain menentukan majelis hakim terhadap perkara yang masuk. Apri Yanti juga menandatangani seluruh surat permohonan yang dikeluarkan PN Idi, karena saat ini PN Idi sedang kekosongan wakil ketua.

Selain itu, ia juga senantiasa melakukan pengawasan, pembinaan SDM dan kinerja pegawai untuk mewujudkan pegawai berintegritas, agar mampu memberikan pelayan terbaik. Contoh surat yang ditandatangani Ketua PN Idi yakni surat izin penggeledahan, penyitaan, perpanjangan penahanan, surat permohonan tidak pernah dihukum, dan sejumlah jenis surat lainnya.

Begitu juga perkara yang telah masuk ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan kewenangan Ketua PN untuk menentukan majelis hakimnya. Sementara PN Idi hanya memiliki tiga orang hakim. “Dalam sehari kami menyidangkan perkara 5 sampai 25 perkara. Intinya kita tetap akan mewujudkan pelayanan yang berintegritas tinggi, menjalankan tugas dengan baik dan benar demi mewujudkan keadilan seadil-adilnya kepada para pihak,” ungkapnya.

Apri Yanti memang sosok perempuan tangguh. Sejak kanak-kanak dia memilih olahraga taekwondo sebagai kegiatan ekstrakurikulernya. Bukan hanya sebagai hobi, tapi benar-benar menjadi atlet. Ketika masih duduk bangku SMA, Apri Yanti pernah menyumbangkan medali emas untuk kotingen Kota Banda Aceh pada Porda di Meulaboh tahun 1996. Ia juga pernah menjadi peserta Pra-PON.

Tapi, di sisi lain Apri Yanti tetaplah seorang istri bagi Bachtiar Hasan dan ibu bagi tiga anaknya. “Apapun jabatan kita, kalau di rumah tetaplah sebagai istri yang berbakti kepada suami, dan senantiasa menjalankan perintah dan arahan suami,” pesan Apri Yanti.(c49)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved