Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Disdik Gayo Lues Sediakan Kamus Bahasa Gayo di Stan HAI 2019

Sudarman mengakui kamus itu sengaja mereka hadirkan ke festival HAI ke 54 untuk lebih memasyarakatkan bahasa asli daerah mereka.

SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Sejumlah pelajar terlihat antusias mengunjungi Pondok Baca di stan Disdik Gayo Lues HAI ke 54, Kamis (24/10/2019). Kamus bahasa Gayo - Indonesia salah satu koleksi yang paling diminati pengunjung. 

Sudarman mengakui kamus itu sengaja mereka hadirkan ke festival HAI ke 54 untuk lebih memasyarakatkan bahasa asli daerah mereka.  

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dinas Pendidikan Gayo Lues menyediakan kamus bahasa Gayo - Indonesia di stan yang mereka dirikan di pasar Hari Aksara Internasional (HAI) ke 54 di Aceh Tamiang. 

Kamus ini terpajang di Pondok Baca yang terletak di bagian depan stan Disdik Gayo Lues.  

"Kamus ini ditulis sendiri oleh warga asli Gayo Lues," kata Sudarman, PTK Bidang PAUD dan Non Formal Disdik Gayo Lues, Kamis (24/10/2019).  

Sudarman mengakui kamus itu sengaja mereka hadirkan ke festival HAI ke 54 untuk lebih memasyarakatkan bahasa asli daerah mereka.  

Dari Seminar dan Talkshow BEM Unimal, Mahasiswa Luar Negeri Kumpul di Lhokseumawe

 Indonesia Jadi Negara Asia Tenggara Kedua Setelah Malaysia yang Gelar Piala Dunia U-20

Sudah Tiga Hari T Adnan Dilantik Sekda, Inspektur Lhokseumawe Masih Kosong

Alasan ini terbilang masuk akal, karena kata dia, bahasa yang digunakan dalam tari Saman merupakan bahasa Gayo. 

 "Tari Saman itu sudah diakui UNESCO. Mungkin selama ini orang hanya tahu bilang berume. Itu bahasa Gayo, artinya bersawah," bebernya. 

Di Pondok Baca ini tidak hanya kamus bahasa Gayo - Indonesia yang dipajang, beberapa buku lainnya tentang sejarah, seni dan ilmu pengetahuan juga dipajang. Setiap harinya, puluhan pelajar terlihat singgah di pondok ini. 

Dalam memeriahkan HAI ke 54, Gayo Lues juga memamerkan hasil kekayaan bumi lainnya, misalnya minyak astiri, sabun cuci piring dari buah lutus, tikar anyaman dan tentunya kopi arabika. 

Namun dari sederetan koleksi yang dipamerkan, pengunjung kata Sudarman tetap lebih tertarik pada souvenir khas Gayo.  

"Khususnya tali gelang, biasanya mereka beli panjang, bermeter-meter untuk dijahitkan ke pakaian," tukas Sudarman. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved