Breaking News:

Kadin Minta BUMN Berdayakan Pengusaha Lokal  

Para pengusaha Aceh yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh meminta pemerintah pusat

For serambinews.com
Makmur Budiman 

BANDA ACEH - Para pengusaha Aceh yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh meminta pemerintah pusat, terutama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar BUMN jasa konstruksi yang beroperasi di Aceh bekerja sama dengan pegusaha jasa konstruksi lokal guna memberdayakan pengusaha lokal, sekaligus meningkatkan peran mereka dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Aceh.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kadin Aceh, Makmur Budiman, Kamis (24/10), menanggapi penunjukan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. Erick Thohir ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri BUMN dalam Kabinet Kerja Jilid 2 menggantikan Rini Soemarmo.

Menurut Makmur, Erick Thohir merupakan pengusaha muda yang cukup tepat untuk mengemban amanah mengelola BUMN yang nilai asetnya cukup besar dan ruang gerak yang luas. Salah satu tugas besar dan mendesak  Menteri BUMN, katanya, adalah membangun kolaborasi antara BUMN dan pengusaha lokal.

Makmur yang juga ketua Umum ISEI Aceh mengatakan, selama ini BUMN jasa konstruksi yang beroperasi di Aceh sangat terbatas menyerahkan sebagian sub-pekerjaan jasa konstruksi yang dikelolanya kepada pengusaha lokal. BUMN lebih banyak menyerahkan sub-pekerjaan kepada anak-anak perusahaannya, sehingga pengusaha lokal tidak kebagian pekerjaan.

Selama hampir lima tahun, banyak pengusaha jasa konstruksi yang ada di Aceh tidak mendapat pekerjaan, khususnya jasa konstruksi yang dibiayai pemerintah pusat. Sebagian dari perusahaan jasa konstruksi yang ada di Aceh gulung tikar.

Makmur mengakui, perusahaan yang banyak beroperasi di Aceh selama ini masih terbatas pada perusahaan jasa konstruksi. Sebagian besar perusahaan tersebut mengharapkan pekerjaan dari proyek pemerintah di provinsi dan kabupaten/kota. Sedangkan proyek pemerintah yang dibiayai pusat biasanya dkerjakan oleh BUMN dan sebagian pekerjaaan sub-nya dikontrakan pada anak perusahaan BUMN.

Terbatasnya pekerjaan yang didapatkan perusahaan lokal tersebut, menurut Makmur, telah memicu tingkat pengangguran yang tinggi di Aceh. Dampak lainnya adalah tingkat kemiskinan di Aceh juga masih tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau dan meminta Menteri BUMN untuk mengeluarkan kebijakan pada BUMN jasa konstruksi untuk mendelegasikan sebagian pekerjaan jasa konstruksi yang mereka dapatkan kepada pengusaha lokal. Tujuannya, disamping untuk meningkatkan kegiatan ekonomi daerah sekaligus membantu pemerintah mengurangi tingkat pengangguran.

Disamping meminta Menteri BUMN untuk memberdayakan pengusaha lokal, Kadin Aceh juga akan membantu Pemerintah Aceh mengembangkan industri pengolahan. Selama ini, Aceh hanya punya sekitar 50 perusahaan industri yang bergerak di sektor pengolahan.

Jumlah tersebut sangat tidak memadai. Ia menyebutkan, Sumatera Utara memiliki hampir seribu perusahaan industri menengah dan Sumatera Barat yang hampir sama besaran ekonomi daerahnya dengan Aceh memiliki 150 perusahaan industri menengah.

Pengembangan industri pengolahan ini sangat penting karena mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak sekaligus juga mampu menghasilkan nilai tambah yang besar bagi daerah. Bagi pemerintah daerah pun, dengan tumbuhnya industri pengolohan dapat meningkatkan pendapatan aslinya melalui berbagai retribusi dan pungutan pajak.

Makmur yang baru menjabat Ketua Umum Kadin Aceh selama dua bulan mengatakan, industri pengolahan yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi dan ketersediaan bahan baku di Aceh. Ia menyebutkan salah contoh adalah industri pengolahan turunan dari produksi sawit dan perikanan. Disamping itu, agar investasi bisa masuk, khususnya investasi industri pengolahan, pihak Kadin meminta semua pihak untuk menjaga iklim usaha tetap nyaman dan mengurangi birokrasi serta pungutan yang dapat memperlambat dan menimbulkan biaya ekonomi tinggi.(din)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved