Breaking News:

Aceh Hebat

Sekda Aceh Marah Lihat Pasar Lampulo

Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes terlihat marah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)

SERAMBI/HERIANTO
Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes sidak ke Dermaga dan PPS Lampulo, Banda Aceh, Jumat (25/10/2019). 

* Karena Jorok dan Tak Rapi

BANDA ACEH - Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes terlihat marah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh, Jumat (25/10) sore. Pasalnya, saat melakukan sidak tersebut Sekda mendapati pasar ikan yang ada di lokasi itu sampah berserakan dimana-mana. Selain jorok, dia juga menemukan tong-tong ikan yang tidak tersusun rapi.

Tak ayal melihat kondisi itu, Taqwallah pun ‘mendamprat’ Pengelola UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS). “Saya harapkan, jangan gara-gara dua lokasi tempat jualan ikan di PPS Kutaradja Lampulo yang masih jorok dan kotor, serta berbau tidak sedap, membuat citra UPTD PPS Kutaradja Lampulo tidak bagus lagi,” tandas Sekda Aceh didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dr Ir Ilyas MP.

Taqwallah mengatakan, pada saat dirinya memasuki gerbang II PPS Kutaradja Lampulo, sedikit senang dan bahagia, karena di sebelah kiri, depan pagar Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, sudah tersedia layanan mesin ATM. Selain itu, di sekitar kantor juga sudah dipasang pavinblok sehingga membuat bagian depan pagar DKP Aceh itu jadi bersih, rapi dan indah. “Hatipun menjadi lega dan tenang,” tandasnya.

Namun, tambahnya, ketika memasuki kawasan tempat jualan ikan yang jaraknya 200 meter dari pintu gerbang II Gedung Kantor DKP Aceh, bau tidak sedap mulai menembus ke dalam mobil. Untuk mengetahui sumber bau, Sekda Aceh pun menghentikan mobil dinas Toyota Camry yang ditumpanginya di depan Pasar Ikan PPS Kutaradja Lampulo.

Setelah turun dari mobil, Sekda Aceh itu langsung menuju ke lokasi tumpukan tong fiber ikan yang berada di sebelah pagar utara pelabuhan. Ia melihat ratusan unit tumpukan tong fiber ikan berserakan di pinggiran pagar dinding Pasar Ikan sebelah utara. Semakin dekat dirinya ke lokasi tumpukan tong fiber ikan itu, bau busuk semakin kuat dirasakannya, sehingga ia memanggil Pengelola UPTD PPS Kutaradja, Oni Kindi dan staf lainnya, mempertanyakan tong ikan yang berserakan di pinggir parit dan pagar sebelah utara Pasar Ikan. Sumber bau tak sedap itu bersumber dari dalam parit yang tersumbat oleh tumpukan sampah yang tidak dibuang.

Taqwallah pun memerintahkan Pengelola UPTD PPS Kutaradja Lampulo untuk segera membersihkan saluran air yang tersumbat dari tumpukan sampah. “Saya minta besok (pagi ini- red), parit tersebut sudah bersih. Tong-tong ikan yang berserakan juga harus segera dirapikan sehingga betul-betul bersih dan tertata,” tandas Sekda Aceh.

Sekda Aceh, Taqwallah menambahkan, persoalan joroknya PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, bukan saja dilihatnya saat melakukan sidak tersebut. Tapi, akunya, dia setiap hari selalu menerima foto kiriman dari masyarakat tentang serakan sampah di parit dan halaman pasar ikan itu. “Pasar ikan di PPS Kutaradja Lampulo luasnya hanya 3.000 meter persegi, masak tidak bisa ditangani oleh 43 pegawai UPTD PPS Kutaradja Lampulo. Inikan sangat keterlaluan,” tegasnya.

Menyikapi kritikan Sekda Aceh itu, Kadis Keluatan dan Perikanan Aceh, Dr Ir Ilyas MP bersama kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Oni Kindi mengatakan, pihaknya siap menyikapi kritikan dan saran yang disampaikan Sekda Aceh, bagaimana menertibkan pedagang ikan yang belum tertib, menyusun tong fiber ikan dengan rapi dan membersihkan parit di pinggiran pagar sebelah utara dan selatan.

DKP Aceh, tegas Ilyas, tidak menginginkan, gara-gara bau tak sedap yang muncul dari sisi utara pagar pelabuhan dan selatan pasar Ikan Lampulo itu, bagian  lain sudah bagus, bersih dan indah,  ikut jadi buruk lagi. “ Kami bersama pihak UPTD PPS Kutaradja Lampulo berjanji dalam waktu dua minggu ke depan, masalah itu akan dituntaskan, dan pedagang yang masih berjualan bukan pada tempatkanya, akan ditertibkan kembali. Tidak hanya itu, bahan material milik rekanan yang sedang kerja, yang letaknya berserakan, juga akan kita ditertibkan,” pungkas Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh itu.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved