Rabu, 13 Mei 2026

Petani Potong Padi Sebelum Panen, Rusak Diserang Hama Burung Pipit

Sejumlah petani di Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), terpaksa memotong sebagian batang padi

Tayang:
Editor: bakri
Serambinews.com
Petani membentangkan jaring di atas hamparan sawah di Abdya untuk melindungi bulir padi yang mulai matang dari serangan hama burung pipit. 

BLANGPIDIE - Sejumlah petani di Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), terpaksa memotong sebagian batang padi mereka sebelum memasuki masa panen. Petani berharap, dari batang padi yang tersisa setengah itu bisa tumbuh batang baru atau biasa disebut cidieng untuk selanjutnya dipanen beberapa waktu ke depan.

Tindakan memotong setengah batang padi ini dilakukan petani karena mereka menilai tanaman itu tidak mungkin lagi dipertahankan, setelah batang padi yang sudah mekar malai dan merunduk tersebut hancur diserang hama, terutama burung pipit. Keterangan yang diperoleh Serambi di Desa Blang Dalam, Jumat (25/10), menyebutkan, beberapa petani yang telah memotong sebagian batang padinya sebelum dipanen itu antara lain seperti yang dilakukan Yaman.

“Tanaman padi yang sudah merunduk nyaris habis dimangsa burung pipit sampai tinggal ranting. Lalu, pemiliknya memutuskan memotong sebagian batang padi. Dari batang padi yang tersisa itu nanti akan tumbuh cidieng, kemudian ditunggu untuk dipanen,” kata Anwar, seorang petani Blang Dalam, Susoh.

Sedangkan dirinya sendiri, beber Anwar, memilih mempercepat panen untuk kemudian lahan sawahnya segera diolah guna ditanami kembali. Meski hasil panennya anjlok, namun petani tak punya pilihan karena mereka tidak sanggup lagi menjaga serangan burung pipit yang tak berhenti sejak pagi sampai menjelang malam.

“Hasil panen kali ini anjlok setelah diserang hama burung pipit, termasuk juga tikus. Sawah seluas enam bambu benih, gabah hasil panen hanya 6 goni isi 40 kg. Biasanya bisa dapat 16 goni,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Asraful, warga Blang Dalam lainnya, Ia menjelaskan, ada petani dengan luas lahan satu naleh benih (1/3 ha) hanya mendapat gabah 10 goni. Padahal saat panen sebelumnya bisa dapat gabah paling tidak 40 goni. “Burung pipit yang sudah hinggap pada batang padi tidak mau terbang meskipun dihalau dalam jarak dekat,” tukasnya.

Untuk diketahui, areal persawahan seluas 100 hektare (ha) di Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh itu merupakan lokasi penanaman perdana Musim Tanam (MT) Gadu tingkat Kabupaten Abdya pada 14 Juli 2019 lalu. Bahkan, tanam perdana kala itu dilakukan langsung Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, bersama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Wakil Bupati, Muslizar MT, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan Manan, serta sejumlah pejabat lainnya.

Hanya saja, saat tanam perdana dilakukan, sebagian besar areal persawahan di sekitarnya belum melaksanakan penanaman, bahkan masih ada lahan yang belum digarap. Diduga karena jadwal tanamnya lebih cepat dibandingkan dengan lahan sekitar sehingga tanaman padi di Blang Dalam tersebut menjadi ‘bulan-bulanan’ serangan hama tikus serta menjadi target utama burung pipit dan walang sangit saat mulai mekar malai.(nun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved