Breaking News:

Industri Garam Pijay Bisa Serap Ribuan Pekerja  

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) menargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan lewat industri garam

SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya (Pijay) melihat secara langsung hasil panen dari pengembangan garam Geo Membran pada 2018 lalu seluas 36 Ha yang telah berproduksi di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Minggu (27/10/2019). 

MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) menargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan lewat industri garam Geo Membran di empat kecamatan. Pada tahun 2019 saja, pengembangan lahan garam 35 Ha di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, telah menyerap 300 sampai 400 pekerja.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Pijay, H Said Mulyadi SE MSi kepada Serambi, Minggu (27/10). Pemkab Pijay optimis dapat menurunkan angka kemiskinan ribuan jiwa lewat pengembangan garam Geo Membran atau sistem penguapan. 

"Lahan 35 Ha yang kini telah berproduksi menyerap 400 pekerja, sementara lahan 194 Ha pada 2020 mendatang bisa menyerap 1.000 lebih tenaga kerja," jelasnya.

Selain di Kecamatan Bandar Baru, program pengembangan lahan garam juga sedang dilakukan di empat kecamatan yaitu Bandar Baru, Panteraja, Ulim, dan Trienggadeng. "Ditargetkan pada awal 2020 dapat menghasilkan hingga 4.840 ton garam," ujarnya. 

Hingga saat ini pemugaran lahan tambak masyarakat untuk pengembangan lahan produksi garam di Grong-grong Capa Kecamatan Ulim 30 Ha, Cot Lheu Rheng Kecamatan Trienggadeng 30 Ha, Paradeu Kecamatan Panteraja 30 Ha, serta sisanya 104 Ha di Paru Keudee, Paru Cut, dan Cut Nyong Kecamatan Bandar Baru berlangsung hingga akhir tahun.

Seluruh kegiatan pemugaran lahan tambak untuk pengembangan garam Geo Membran ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 yaitu sebesar Rp 8 miliar dari Kementerian Kalautan Perikanan (KKP). Selain itu ada pembangunan pabrik mini dari bantuan APBN pada 2020 dengan dana Rp 1 miliar.

"Dengan terwujudnya industri garam di Pijay, maka daerah ini dapat menjadi sentral penghasil garam di wilayah Sumatra, serta mengurangi ketergantungan terhadap garam dari Jawa dan Madura," pungkasnya. (c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved