Jumat, 15 Mei 2026

SEURAMOE UMKM

Mengolah Minyak Nilam Menjadi Berbagai Produk  

DI tangan Syarifah Humaira (23) dan Hera Desvita (23), minyak nilam diolah menjadi sejumlah produk. Kedua perempuan Aceh ini

Tayang:
Editor: hasyim
SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA
Pengelola Ramu Aromatherapy, Syarifah Humaira dan Hera Desvita memperlihatkan sejumlah produk turunan dari nilam, di rumah produksi Ramu Aromatheraphy, Tungkop, Aceh Besar, Kamis (17/10/2019).SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

DI tangan Syarifah Humaira (23) dan Hera Desvita (23), minyak nilam diolah menjadi sejumlah produk. Kedua perempuan Aceh ini kemudian memasarkannya hingga ke sejumlah kota besar di Indonesia, terutama Aceh. Produk-produk yang dihasilkan tersebut antaranya essential oil, garam mandi, air freshener atau pengharum ruangan, dan parfum.

Ditemui Serambi di rumah produksi yang diberi nama Ramu Aromatherapy di kawasan Tungkop, Aceh Besar, Kamis (17/10), Syarifah dan Hera menuturkan, bisnis ini mulai digagas pada 2016 namun belum untuk dipasarkan. Saat itu mereka yang masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh melakukan research terhadap minyak nilam selama lebih kurang satu tahun. Setelah menemukan formula yang tepat untuk produk yang akan dihasilkan, baru kemudian mereka mulai menjualnya.

Hera mengatakan, ketertarikan mereka untuk mengembangkan produk turunan dari minyak nilam ini, karena merasa miris melihat petani nilam yang miskin. Selama ini petani nilam tidak punya pasar lain untuk menampung, selain ke perusahaan Prancis. "Jadi petani hanya punya pasar itu saja, maka kita berharap banyak tumbuh industri lain di Aceh, sehingga bisa membangkitkan ekonomi petani nilam," sebutnya.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan minyak nilam terhadap produk-produk yang mereka hasilkan, Syarifah dan Hera menjalin kerja sama dengan Industri Nilam Aceh di Calang. Dalam sebulan mereka membutuhkan minyak nilam mentah sebanyak 5-10 kilogram. "Sampai saat ini industri nilam di Calang masih sanggup mensupport nilam yang kami butuhkan. Harga yang kami ambil, kami naikkan Rp 20.000/kg, jadinya Rp 620.000/kg dari harga pasar Rp 600.000/kg," sebut keduanya.

Ditambahkan Syarifah, dari minyak nilam yang diambil sama petani tersebut, kemudian diramu menjadi hi grade patchouli yaitu minyak nilam yang sudah diolah menghasilkan nilam dengan kadar patchouli yang lebih tinggi, kemudian diolah menjadi beberapa produk, seperti parfum, dan lainnya. "Kadar patchouli inilah yang menentukan kadar ketahanan lamanya sebuah produk," ujarnya.

Saat ini, produk-produk dari Ramu Aromatherapy ini sudah dipasarkan ke Aceh Jaya, Aceh Selatan, Langsa, Bireuen, Lhokseumawe, Subulussalam, Banda Aceh, Aceh Besar, Medan, Padang, Surabaya, dan Bandung. Selain itu, salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Perwakilan Aceh ini juga sudah mempromosikan produknya di Malaysia.

Sementara untuk harga yang dijual bervariasi, seperti essential oil Rp 120.000/botol (isi 10 mililiter), dan air freshener Rp 50.000/botol (isi 10 mililiter). "Untuk air freshener atau pengharum ruangan ini non-alkohol tersedia dalam beberapa variasi ada lavender, kopi, rose, jasmine, dan mocca. Harganya masing-masing Rp 50.000 per botol," sebutnya.

Sedangkan untuk parfum dijual Rp 80.000/ botol (isi 30 mililiter). Tersedia dalam dua varian yaitu untuk cewek dan cowok. Sementara garam mandi dijual Rp 67.000/botol. "Garam mandi ini juga unik karena kami menggunakan ampas dari garam yodium yang diblending dengan minyak nilam dan di-packaging menjadi scrub. Untuk penggunaannya bisa ditambah dengan susu. Selain itu, juga bisa digunakan untuk menghilangkan pegal-pegal di kaki dengan cara dicampur air hangat, kemudian kakinya direndam," kata Syarifah.

Dengan bisnis tersebut Syarifah dan Hera yang juga alumni Fakultas Teknik Kimia Unsyiah ini bisa menyediakan wadah bagi mahasiswa lainnya dari jurusan tersebut untuk mengembangkan ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah.(una)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved