Sabtu, 25 April 2026

Berita Banda Aceh

Banjir di Sembilan Kabupaten Rendam 1.089 Rumah

"Banjir dengan ketinggian airnya mulai dari 20 sampai 200 cm ini mengakibatkan setidaknya merendam 1.089 rumah, 4 sekolah, 1 sarana ibadah, 2 sarana

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ SARI MULIASNO
ILUSTRASI - Banjir melanda Kabupaten Simeulue, Kamis (24/10/2019). Foto direkam di Desa Abail, Kecamatan Teupah Tengah. 

"Banjir dengan ketinggian airnya mulai dari 20 sampai 200 cm ini mengakibatkan setidaknya merendam 1.089 rumah, 4 sekolah, 1 sarana ibadah, 2 sarana kesehatan, 2 jembatan, dan 1 tanggul. Banjir berdampak pula pada 3.615 warga pada 1.089 kk," kata Sunawardi.

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, bahwa telah terjadi bencana banjir dan longsor di 74 desa pada 30 kecamatan di sembilan kabupaten di seluruh Provinsi Aceh

Peristiwa alam tersebut, terjadi sejak 21 Oktober hingga 28 Oktober 2019.

Sembilan kabupaten tersebut yakni Aceh Jaya, Pidie Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tenggara.

Kepala Pelaksana BPBA, Ir Sunawardi MSi menyebutkan, bahwa telah terjadi 13 kali banjir dan longsor dengan total prediksi kerugian besar.

"Banjir dengan ketinggian airnya mulai dari 20 sampai 200 cm ini mengakibatkan setidaknya merendam 1.089 rumah, 4 sekolah, 1 sarana ibadah, 2 sarana kesehatan, 2 jembatan, dan 1 tanggul. Banjir berdampak pula pada 3.615 warga pada 1.089 kk," kata Sunawardi.

Terkait dengan pengungsi, kata Sunawardi, sebagian besar warga di beberapa kabupaten tersebut menumpang di rumah tetangga dan segera kembali setelah banjir surut.

Korban Banjir di Gunong Pulo Aceh Barat Peroleh Bantuan dari PMI

“Seperti di Kabupaten Aceh Barat tercatat sekitar 106 KK/360 jiwa korban banjir di Desa Gunung Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek,” Kata Sunawardi.

Kepala Pelaksana BPBA menyampaikan, BPBA telah berupaya menurunkan tim kaji cepat dan tim jitupasna ke wilayah terdampak di 9 kabupaten tersebut.

Tujuannya untuk melakukan asessment dan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota terdampak.

Terkait kebutuhan yang mendesak untuk penanganan darurat.

Kalak BPBA juga terus berkoordinasi dengan BPBD terdampak dan meminta agar BPBD terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan muspika setempat.

Guna melakukan penanganan awal masa panik.

“Jika pemerintah setempat membutuhkan bantuan, kami siap memberikan bantuan masa panik berdasarkan kebutuhan yang diajukan,” imbuh Sunawardi. (*)

Cuaca Diprediksi Berbeda di Sebagian Aceh hingga Tiga Hari Kedepan, Ini Data BMKG

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved