Breaking News:

BREAKING NEWS

BREAKING NEWS - Malam Ini Kejari Langsa Tahan Empat Tersangka Korupsi Kasus Pengadaan Genset RSUD

Selanjutnya sekitar pukul 22.05 WIB keempat tersangka dengan memakai baju orange tahanan Kejaksaan, langsung dibawa menggunakan mobil tahanan Kejari

Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ZUBIR
Petugas Kejari Langsa menggiring empat tersangka keluar dari ruang Pidsus Kejari Langsa menuju mobil tahanan untuk dibawa dan dititipkan ke LP Kelas II B Langsa. 

Laporan Zubir I Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, Selasa (29/10/2019) malam menetapkan empat tersangka pengadaan mesin genset 500 KVA + instalasi RSUD Langsa tahun 2016.

Selanjutnya sekitar pukul 22.05 WIB keempat tersangka dengan memakai baju orange tahanan Kejaksaan, langsung dibawa menggunakan mobil tahanan Kejari Langsa ke LP Kelas II B Langsa.

Kepala Kajari Langsa, Ikhwan Nul Hakim SH, didampingi Kasi Intelijen, Mariono SH MH, Kasipidsus, M Fahmi SH MH, saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kasus pengadaan genset 500 KVA + instalasi RSUD Langsa, Selasa (29/10/2019) malam ini tim penyidik menetapkan empat tersangka.

Kempat tersangka tersangka masing-masing berinisial AP (52) Wadir Administrasi RSUD Langsa, DI (38) PNS sebagai anggota Pokja pengadaan barang dan jasa RSUD Langsa.

Panwaslih Kota Banda Aceh Raih Bawaslu Award 2019

Usung Konsep Ekonomi Syariah di Indonesia, Maruf Amin Ingin Bentuk Badan Khusus Setingkat Menteri

Jabat Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto Masih Gunakan Mobil Pribadi untuk Bekerja

Lalu, DS (43) selaku Direktur CV Indodaya Bio Mandiri selaku kontraktor pengadaan mesin genset, dan ST (43) selaku Direktur CV SNI selaku juga selaku rekanan.

Dijelaskan Ikhwan Nul Hakim, kasus ini berawal pada tahun 2016 Pemko Langsa mendapatkan anggaran Dana Intensif Daerah (DID).

Kemudian pihak RSUD Langsa merencanakan pengadaan mesin genset 500 KVA + instalasinya dengan nilai HPS Rp 1.800.000.000.

Berdasarkan dari tiga harga pembanding yakni CV Satia Abadi, CV J & J Powerindo dan CV Indojaya Sinergi.

Dari ketiga perusahaan itu tidak benar sebagai harga pembanding atau dipalsukan.

Bahwa di dalam proses lelang pihak Pokja (berinisial DI) berdasarkan atas perintah PPK berinsial AP, memerintahkan agar ada bintang dalam pengadaan ini, dan nanti akan dihubungi oleh rekanan berinsial ST.

Selanjutnya tersangka ST menghubungi DI untuk saling mengirim data-data harga penawaran melalui email tersangka DI dan tersangka ST.

Di dalam melakukan penawaran tersangka ST memiliki perusahaan sendiri yakni CV Serasi Nusa Indomec, dan kemudian meminjam perusahaan dari Medan yakni CV Jovi Karunia.

Sedangkan untuk perusahaan pemenang lelang CV Indodaya Biomandiri dengan direktur tersangka DS, yang juga rekanan dari tersangka ST.

Di dalam pelelangan tersebut terjadi persengkokolan sehingga berdasarkan Laporan Hasil Pemriksan (LHP) BPK RI Nomor : 28/LHP/XXI/2009 tanggal 16 September 2019 telah terjadi kerugian keuangan negara senilai Rp 269.675.190.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved