Imran Mahfudi Pertanyakan Surat Kuasa Irwandi  

Sidang gugatan Irwandi Yusuf terhadap Samsul Bahri alias Tiyong, Miswar Fuady, dan Irwansyah kembali digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh

Imran Mahfudi Pertanyakan Surat Kuasa Irwandi   
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Kuasa hukum Irwandi (penggugat) Hasfan Yusuf Ritonga cs (tiga dari kiri) berbincang dengan kuasa hukum tergugat I dan tergugat II Samsul Bahri Ben Amiren alias Tiyong dan Miswar Fuady seusai sidang perdana gugatan sengketa Partai Nanggroe Aceh (PNA) di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (21/10/2019). 

BANDA ACEH - Sidang gugatan Irwandi Yusuf terhadap Samsul Bahri alias Tiyong, Miswar Fuady, dan Irwansyah kembali digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (30/10). Sidang ketiga itu beragendakan penyampaian jawaban (eksepsi) tertulis dari tergugat II.

Sidang yang dipimpin Nendi Rusnedi SH didampingi dua hakim anggota Elviyanti Putri SH MH dan Sayed Kadhimsyah SH sebenarnya tidak berlangsung lama, karena tergugat II (Miswar Fuady) hanya menyerahkan saja jawaban kepada kuasa hukum Penggugat.

Hadir dari kuasa hukum Penggugat, Andi Lesmana SH. Sedangkan kuasa hukum Tergugat I (Tiyong) hadir Muhammad Reza Maulana SH dan Wahyu Pratama SH, serta kuasa hukum Tergugat II, Kasibun Daulay SH dan Nourman Hidayat SH.

Sementara kuasa hukum Tergugat III (Irwansyah) hadir Imran Mahfudi SH dan M Nasir SH. Sebelum ketua majelis hakim menutup sidang, Imran Mahfudi meminta izin untuk berbicara. Dia mempertanyakan keabsahan surat kuasa Irwandi untuk kuasa hukumnya.

"Setelah melihat surat kuasa asli dari Penggugat, kami menyampaikan keberatan kami kepada majelis hakim yang selanjutnya dicatat dalam berita acara," kata Imran di hadapan kuasa hukum Irwandi.

Imran menyampaikan pihaknya sangat meragukan keabsahan surat kuasa, karena surat kuasa itu ditandatangani oleh Irwandi di Banda Aceh pada 3 Oktober 2019. "Sedangkan kita tahu bahwa Bapak Irwandi Yusuf sedang berada di dalam tahanan KPK di Jakarta," ujar dia.

Imran juga meminta majelis hakim agar dapat mengkonfirmasi kepada pihak Penggugat bagaimana sebenarnya proses penandatanganan surat kuasa, apakah benar-benar ditandatangani oleh Irwandi Yusuf secara langsung atau tidak?

Terkait keberataan Imran tersebut, kuasa hukum Irwandi, Andi Lesmana tidak memberikan jawaban atau bantahan apapun terhadap keraguan keabsahan surat kuasa tersebut.

Sementara Ketua Hakim, Nendi Rusnedi menyampaikan apabila pihak Penggugat ingin menjawab keraguan pihak tergugat tersebut agar bisa disampaikan dalam replik yang akan dibacakan pada sidang berikutnya pada 6 November 2019.

Secara terpisah, ketua tim kuasa hukum Penggugat, Haspan Yusuf Ritonga SH MH yang dikonfirmasi Serambi tertawa saat mendengar pihak Tergugat mempersoalkan surat kuasa.

"Surat kuasa tentunya diteken di Jakarta, tetapi surat kuasa itu kita buat di Banda Aceh. Itu sensasi murahan saja yang mereka buat. Kan ada alasan eksepsi yang lebih bermutulah," katanya. (mas)  

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved