Breaking News:

Sumut Coba Ganggu Aceh, Protes Keabsahan Tiga Pemain Sumsel  

Guna memperoleh tiket lolos langsung ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, Sumut mencoba menggangu punggawa Tanah Rencong

Editor: bakri

BANDA ACEH - Rivalitas Sumatera Utara dengan Aceh di cabang sepakbola ternyata tak hanya sebatas di lapangan hijau. Guna memperoleh tiket lolos langsung ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, Sumut mencoba menggangu punggawa Tanah Rencong dengan memprotes keabsahan tiga pemain Sumatera Selatan.

Seperti diketahui, dalam pertandingan Grup B cabang sepakbola Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera di Bengkulu, Sumut ditahan imbang Sumsel, 1-1, di Stadion Padang Panjang, Kota Manna, Bengkulu, Sabtu (26/10/2019).

Menyusul hasil draw itu, pasukan Ansyari Lubis kecewa. Melalui KONI Sumut, mereka mengajukan protes terhadap keabsahan tiga pemain Sumsel yakni Nurdiansyah Putra Chaniago, Anjas Ariansyah, dan Wilmar Dwi Sukma. Surat protes mereka dilayangkan pada Senin (28/10/2019).

Sumut menuntut Panitia Dispilin (Pandis) PB Porwil untuk mencoret trio asal Sumsel. Pasalnya, ketiga pemain ini pernah mengikuti Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwil) 2018, dan Pekan Olahraga Provinsi Sumut (Porprovsu) 2019.

Protes ini tentu saja akan berdampak kepada tim Aceh yang sudah memastikan lolos ke PON 2020. Jika protes mereka dipenuhi oleh Pandis PB Porwil, nilai Sumut akan menjadi 10. Artinya, poin Sumut  samai Tanah Rencong. Sehingga, akan menguntungkan Sumut agar dapat lolos otomatis.

Terlebih, saat itu, Sumut masih menyisakan satu pertandingan melawan Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi ini tentu saja tak menguntungkan besutan Azhar-Muklis Rasyid-Eddy Gunawan. Sebelum adanya keputusan Pandis, Kepri sudah dipastikan gagal lolos dan duduk sebagai juru kunci.

Adanya protes Kontingen Sumut itu membuat kubu Aceh langsung meresponnya. “Kita langsung bergerak cepat. Setelah mengetahui keputusan dari Pandis, PSSI Aceh resmi melayangkan protes kepada kepada PB Porwil, TD PSSI, Plt Ketua Umum PSSI Pusat, dan Sekjen PSSI,” ungkap Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam SE MM kepada Serambi Kamis (31/10/2019) pagi.

Akhirnya, Pandis PB Porwil menolak protes kubu Sumut. Justru punggawa Kepri yang memperoleh keuntungan. Di mana Pandis memenangkan Kepri ketika melawan Sumsel 3-0. Padahal, dalam duel sebelumnya, kedua provinsi bermain imbang 0-0.

Dengan keluarnya putusan itu, anak-anak Aceh sudah dipastikan tampil di babak final. Dalam duel perebutan medali emas di Stadion Sawah Lebar, Minggu (3/11/2019), Tanah Rencong kemungkinan akan bertemu tuan rumah Bengkulu. Saat ini, tuan rumah kokoh di puncak dengan 9 poin. Mereka hanya butuh hasil seri untuk lolos karena hanya melawan juru kunci Grup A, Riau.

Seperti diketahui, Putra Kurniawan, Amiril Mukminin, Akhirul Wahdan, Edi Tiadarma, Ridha Umami, Muhammad Rizky Yusuf, Alvin Abdul Halim, dan Fayrushi lolos ke PON 2020 setelah mengumpulkan 10 poin. Tim yang dimanajeri Mayor Agusti sukses membekap Kepri (2-1), Babel (1-0), dan Sumsel 4-0. Lalu, diimbangi oleh Sumut 1-1.

Prestasi anak-anak muda ingin mengulang kesuksesan tahun 2007. Ya, Aceh terakhir lolos pada tahun 2007 di Pra PON Jakarta. Kala itu, pasukan Zulkarnain Pasaribu-Qamaruzzaman Haqny tampil sebagai juara grup. Di mana, Farizal Dillah, Defri Rizky, Mukhlis Nakata, dan Nanda Lubis tak pernah kalah.(ran)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved