Breaking News:

Kisah Pasutri Maju dalam Pilkades 2019, Suami Menang Lawan Istri hingga Mendapat Penghargaan

Majunya pasangan suami istri (pasutri) ini disebabkan tak ada yang mencalonkan diri sejak pendaftaran cakades dibuka di bulan Agustus 2019.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Pasangan suami istri maju dalam Pilkades 2019 memperebutkan kursi kepala desa di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.(KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN) 

SERAMBINEWS.COM - Untuk kedua kalinya Lukmanul Hakim (42) memenangkan suara pemilihan kepala desa ( Pilkades) 2019 serentak di Kabupaten Bogor.

Uniknya, di periode ini, ia berhadapan langsung dengan sang istri, Silfiyani (44), memperebutkan kursi kepala desa di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.

Majunya pasangan suami istri (pasutri) ini disebabkan tak ada yang mencalonkan diri sejak pendaftaran cakades dibuka di bulan Agustus 2019.

Pasutri ini pun menyiasatinya agar tidak ada calon tunggal.

Sebab, dalam aturannya, Pilkades harus diikuti setidaknya oleh dua calon.

Jika tidak, pilkades terancam akan diundur.

Lukman terpaksa memilih sang istri untuk maju dalam kontestasi Pilkades, karena sampai akhir-akhir pendaftaran tak ada satupun warga yang siap bersaing.

Alih-alih mendukung diri sendiri, sang istri sebagai penantang di nomor urut 02 justru sering mengkampanyekan nomor urut 01.

Tak pelak, di periode kedua ini Lukman mendapatkan perolehan suara 2.737 sementara sang istri sebagai penantang hanya mampu meraup sebanyak 287 suara.

Lukman mengatakan, awal karier sebagai kepala desa dimulai tahun 2013.

Pada saat itu, ia bersaing dengan calon dari petahana dan menang mutlak berkat isu perubahan yang kerap dikampanyekannya.

Selain itu, Lukman mengakui bahwa berkat keberadaan istrinya juga bisa menjadikannya kepala desa yang dipercaya masyarakat.

"Dulu (2013) 4 orang lawannya ada incumbent dan saya menang, sekarang hanya 2 orang lawannya istri juga jadi menang karena kampanyenya tetap pilih Lukmanul 01," ujar dia kepada Kompas.com, Rabu (6/11/2019).

"Saat itu, mengangkat tema perubahan dan termasuk kades paling muda lulusan kampus (S1) lahir di sini (desa) kemudian cita-citanya ingin mengubah desa kelahiran saya," sambung dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved