Breaking News:

Kisah Pasutri Maju dalam Pilkades 2019, Suami Menang Lawan Istri hingga Mendapat Penghargaan

Majunya pasangan suami istri (pasutri) ini disebabkan tak ada yang mencalonkan diri sejak pendaftaran cakades dibuka di bulan Agustus 2019.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Pasangan suami istri maju dalam Pilkades 2019 memperebutkan kursi kepala desa di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.(KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN) 

TPS pernikahan

Menurutnya, sejak Pilkades berlangsung itu, dirinya ingin mematahkan stigma pendukung chaos, dengan cara membuat konsep Tempat Pemungutan Suara (TPS) pernikahan.

Ia dan istrinya dirias layaknya pengantin duduk di singgasana pelaminan.

Sekaligus merayakan hari jadi pernikahan mereka.

Sepanjang pelaksanaan itu pula kondisi di TPS aman dan kondusif, bahkan partisipasi masyarakat cukup tinggi di atas 80 persen dari jumlah DPT 5.154 orang.

Lukman menilai, tingginya partisipasi pemilih disebabkan karena kandidat yang berkontestasi merupakan warga setempat dan sosok yang berprestasi.

Tak hanya itu, kebanyakan warga di desa tersebut masih menginginkan kepemimpinan Lukman yang dianggap telah berhasil membawa perubahan lewat program yang ia kampanyekan selama ini.

"Jadi, berpikir buat suasana fun dan happy untuk masyarakat jadi konsep pernikahan itulah yang diambil. Memang ada (warga) yang akan naik tapi melihat situasi kondisi jadi ada yang bicara uang habislah tapi enggak menang, sudah saja jangan lawan (Lukman) kecuali dia sudah turun (selesai programnya)," ungkap dia.

Tiga kali raih penghargaan

Selama satu periode menjabat, Lukman telah diganjar 3 kali penghargaan yakni dua kali dari Tegar Beriman Award dan satu kali dari Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan tersebut berupa kades inovatif yang memanfaatkan Sumber Daya Alam serta Sumber Daya Manusia di desa itu.

Selama 6 tahun mengemban tugas, ia dianggap berhasil memberi pelayanan dan tata kelola pemerintahan desa yang inovatif untuk kemaslahat umum.

Satu di antaranya, membangun kawasan agro eduwisata kebun buah jambu kristal seluas 5 hektare.

Kemudian memberi akses informasi dan transparansi anggaran desa melalui situs web desa.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved