Breaking News:

Kisah Pasutri Maju dalam Pilkades 2019, Suami Menang Lawan Istri hingga Mendapat Penghargaan

Majunya pasangan suami istri (pasutri) ini disebabkan tak ada yang mencalonkan diri sejak pendaftaran cakades dibuka di bulan Agustus 2019.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Pasangan suami istri maju dalam Pilkades 2019 memperebutkan kursi kepala desa di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.(KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN) 

"Iya, jadi ada 3 kali penghargaan kades inovatif kategorinya dapat piala dan berangkat umroh sama istri. Kami punya program berbagai hal seperti pemerintahan desa kita mulai buat website desa informasi tentang desa lewat IT kemudian kita bikin wifi gratis di desa kemudian dalam bidang pertanian karena kita punya icon, jambu kristal kita buat produk turunannya ada dodol jambu ada nastar jambu, puding jambu, teh dari daun jambu termasuk agroeduwisata," beber dia.

Selain itu, Lukman juga merupakan sosok teladan bagi masyarakat sekitar.

Ia seorang penceramah dan motivator terhadap segala persoalan yang dihadapi warganya.

Lukman mengusung visi dan misi Bantar Syariut untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap desanya.

Sebab, Desa Bantarsari kerap dikunjungi wisatawan untuk belajar tentang jambu kristal.

Dengan begitu, hasil olahan jambu kristal dipasarkan supaya menambah nilai ekonomisnya.

Ia berharap, atas kegiatan itu, warga bisa memperkenalkan Desa Bantarsari sebagai desa pertanian yang milenial.

"Program itu tentang memberi penghargaan motivasi kepada masyarakat yang berprestasi dengan berbagai kategori, misalnya warga cinta lingkungan, tokoh pemberdayaan, inspirator akademik, penghafal Al-Quran dan warga kita yang doktor ada 2 orang yang sudah kita berikan juga, kemudian ada warga kita jadi pemain Persikabo dan Persija kita kasih penghargaan juga," terang dia.

"Terlihat sederhana tapi buat warga sesuatu banget dan itu kita laksanakan tiap tahun untuk memotivasi mereka agar semangat mengembangkan potensi desanya," ujar dia.

Lukman mengatakan, setelah terpilih menjadi kades ke depannya ia akan merealisasikan program yang belum berjalan melalui rencana pembangunan jangka menengah (RPJMDes) yang akan mulai 2020.

"Patokannya lewat RPJMDes tapi nanti yang akan menjadi prioritas di periode ke dua saya, pertama peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kenapa? Karena SDM ini menjadi pilar dalam berbagai hal ketika kita ingin membangun sebuah desa sebuah tempat maka sumber daya manusia itulah yang akan mengubah mindset-nya," ujar dia.

"Saya punya keyakinan kalau mindset-nya berubah, lambat laun akan punya multiplayer effect terhadap hal-hal lainnya, jadi saya ke depan akan ada kelas untuk pembinaan anak muda school of leadership kemudian akan ada kelas untuk sekolah orangtua, kemudian akan ada untuk para guru kita bina agar dia bisa mengajar sebaik mungkin kemudian program kedua adalah yaitu peningkatan daya beli masyarakat," ujar dia.

Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Aceh Timur Ditangkap

Pengamat: Anggota DPRA yang Baru Harus Paham Anggaran Publik

Romantisnya Walkot dan Bunda PAUD Subulussalam, Berbalas Pantun, Cipika-Cipiki dan Bergandeng Tangan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Kades di Bogor Menang Lawan Istri hingga Mendapat Penghargaan"

Penulis : Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved