Kupi Beungoh

Mengenang 111 Tahun Meninggalnya Cut Nyak Dhien - Inspirasi Bagi Wanita Modern

Wanita Aceh pantang menyerah pada nasib, tetapi akan selalu bangkit memperbaiki diri, keluarga, dan bangsanya.

Mengenang 111 Tahun Meninggalnya Cut Nyak Dhien - Inspirasi Bagi Wanita Modern
IST
PLT Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT bersama rombongan berziarah ke makam Cut Nyak Dhien di Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/3). Pemerintah Aceh akan membangun akses jalan ke lokasi makam pahlawan nasional asal Aceh tersebut. 

Mengenang 111 Tahun Meninggalnya Cut Nyak Dhien - Inspirasi Bagi Wanita Modern

Oleh Mulyadi Nurdin, Lc, MH*)

Mulyadi Nurdin, Lc, MH
Mulyadi Nurdin, Lc, MH (IST)

HARI INI, 6 November 2019, tepat 111 tahun yang lalu, Aceh kehilangan seorang perempuan pejuang hebat yang memimpin pasukan laki-laki dan perempuan dalam salah satu perang terhebat yang pernah dirasakan Belanda di Indonesia.

Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien), perempuan kelahiran  Lampadang, Kerajaan Aceh, tahun 1848, meninggal dunia dalam pengasingan di Sumedang, Jawa Barat, tanggal 6 November 1908.

Pahlawan Nasional ini dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat.

Cut Nyak Dhien adalah satu dari ratusan, mungkin ribuan perempuan Aceh yang bertempur melawan penjajahan.

Cut Nyak Dhien bukanlah wanita modern yang identik dengan emansipasi, kesetaraan, bebas berkarir, bebas berekspresi, menduduki jabatan strategis di berbagai sektor pemerintahan dan pelayanan publik.

Ketika Cut Nyak Dhien bertempur melawan para jenderal Belanda, seratusan tahun lalu, taka da isu gender seperti yang gencar dihembuskan akhir-akhir ini.

Sejak seratusan tahun lalu, wanita Aceh tidak dipandang sebagai kaum kelas dua.

Perempuan Aceh memiliki peran yang sangat besar dalam masyarakat, malah ketika kaum adam berhalangan, maka wanita Aceh tampil mengambil alih kendali.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved