Meneladani Perjuangan Pahlawan, Tuti Maryati Bawa Indonesia Mendunia

Lebih dari 25 lagu berbahasa asing dikuasainya, diantaranya lagu asal Arab Saudi, Belanda, Cina, Hongaria, India, Inggris (UK, USA), Dll

Meneladani Perjuangan Pahlawan, Tuti Maryati Bawa Indonesia Mendunia
For Serambinews.com
Tuti Maryati Madrid 

SERAMBINEWS.COM, Jakarta (10/11/2019) – Diva keroncong Indonesia Tuti Maryati di usia 63 tahun masih disibukkan dengan berbagai aktivitas bernyanyi dalam rangka membawa misi kebudayaan ke luar negeri. Hingga kini, ia masih sering diminta menghadiri undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di berbagai negara, sebagai bagian dari resepsi diplomatik dalam rangkaian perayaan HUT RI, maupun misi Kesenian Istana Negara ke luar negeri. Selain mempopulerkan lagu keroncong dan lagu daerah khas Indonesia, dirinya juga menyanyikan lagu asal setiap negara yang dikunjunginya.

Semenjak menjadi juara I Bintang Radio-Televisi (BRTV) Tingkat Nasional 1986, Tuti, atau yang sebelumnya dikenal sebagai Tuti Tri Sedya, dipercaya menjadi penyanyi di Istana Negara dan telah mempesona banyak pemimpin dunia yang datang ke Indonesia seperti Benazir Bhutto, George Bush, Yasser Arafat, Bill Clinton, Mahathir Mohamad, hingga Xi Jinping. Tuti diminta untuk bisa membawakan lagu-lagu dari negara asal para pemimpin tersebut. Sebelum pentas Tuti lebih dulu belajar lagu maupun percakapan singkat secara langsung dari para duta besar negara asing yang ada di Jakarta.

“Minimal tiga lagu asing dari negara asal para pemimpin yang melakukan kunjungan ke Indonesia harus saya kuasai, baik arti lagu tersebut maupun teknik menyanyikannya dengan benar. Saya juga bertanya ke protokoler, kira-kira tamu asing lain yang sudah konfirmasi siapa saja. Hal ini adalah cara saya sebagai pekerja seni untuk dapat berinteraksi dan menciptakan suasana hangat.” Ujar Tuti ketika ditemui di Jakarta.

Tuti Maryati With George Bush
Tuti Maryati With George Bush (For Serambinews.com)

HARUMKAN NAMA INDONESIA LEWAT LAGU DAN BUSANA

Dari pengalamannya sebagai penyanyi Istana Negara, hingga saat ini Tuti mengaku bisa menguasai lagu-lagu dari berbagai negara. Lebih dari 25 lagu berbahasa asing dikuasainya, diantaranya lagu asal Arab Saudi, Belanda, Cina, Hongaria, India, Inggris (UK, USA), Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Pakistan, Prancis, Filipina, Singapura, Suriname, Taiwan, Thailand, Vietnam, Yunani, Spanyol, Meksiko, Ceko, bahkan hingga Afrika Selatan dalam bahasa Zulu yang ia pelajari saat Presiden Nelson Mandela berkunjung ke Indonesia.

Untuk pengiring musik, Tuti mengatakan sangat selektif memilih siapa yang ia percaya dalam menemaninya pentas di luar negeri. Menurutnya tidak banyak musisi yang bisa mengiringinya bernyanyi dengan lagu asing yang ia kuasai, terlebih lagi bila Tuti diminta menyanyikan lagu tertentu secara spontanitas. Ia mengaku lebih senang bernyanyi diiringi secara live, bukan mengunakan iringan musik minus one, karena ingin lebih berinteraksi dengan para penonton. Salah satu yang kerap mengiringi Tuti Maryati pentas di luar negeri adalah pemain keyboard kenamaan Herdi Perdana.

“Pemain musik yang bagus memang banyak, namun untuk misi kebudayaan dengan anggaran terbatas hanya bisa membawa satu pemain keyboard saja, tapi tetap dituntut untuk bisa menampilkan kualitas musik yang terdengar seperti satu band lengkap, serta harus menguasai banyak lagu juga. Sebelumnya direncanakan lagu apa yang akan dibawakan, tapi pada praktiknya di lapangan, beberapa improvisasi perlu dilakukan untuk membuat penonton ikut berinteraksi.” Tegas Tuti.

Selain itu, pada setiap kesempatan pentas, Tuti Maryati mengenakan pakaian adat sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia. Dalam setiap kunjungannya, Tuti membawa minimal tiga busana berbeda. Busana yang kerap dikenakannya ialah kebaya dan kain batik khas perempuan Jawa. Untuk urusan penampilan, Tuti mengaku sudah terbiasa mandiri dari dahulu, mulai dari dandan sendiri, hingga memasang sanggul pun juga ia lakukan tanpa bantuan orang lain.

"Saya mempersiapkan baju-baju kebaya dengan desain sendiri, dan dibuat oleh penjahit pribadi saya Resd Ari. Dalam setiap kesempatan saya memperkenalkan baju yang dikenakan, terkait asalnya, makna dari motif kainnya, kenapa motif itu sampai diciptakan, semuanya saja jelaskan dalam bahasa Inggris.” Terang Tuti.

Tuti Maryati Marseille
Tuti Maryati Marseille (For Serambinews.com)

BIUS PENONTON DI EROPA HINGGA AMERIKA LATIN

Halaman
12
Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved