Peneliti Unsyiah Bahas Mitigasi Bencana di Jepang  

Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan Internasional Research Institute

Peneliti Unsyiah Bahas Mitigasi Bencana di Jepang   
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng. 

BANDA ACEH - Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan Internasional Research Institute of Disaster Science (IRIDeS) Tohoku University, 7-8 November 2019, mengadakan konferensi Aceh International Workshop on Sustainable Tsunami Disaster Recovery (AIWEST-DR) Ke-12. Acara tersebut berlangsung di kampus Tohoku University, Sendai, Jepang.

Konferensi itu menghadirkan pembicara kunci yaitu Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU (Rektor Unsyiah), Dr Yoshimi Nishi (Kyoto University, Jepang), dan Prof Toshiya Ueki (Tohoku University). Selain itu, juga ada diskusi paralel terkait beragam isu kebencanaan yang dipaparkan oleh para peneliti dunia, termasuk peneliti Unsyiah.

Prof Samsul mengatakan, saat ini Indonesia khususnya Aceh mulai fokus belajar penanganan tanggap bencana seusai peristiwa tsunami tahun 2004 silam. Sebagai institusi pendidikan terbesar di Aceh, menurutnya, Unsyiah mengambil peran dengan mendirikan pusat studi mitigasi bencana (TDMRC) dan program studi ilmu kebencanaan. Banyak akademisi Unsyiah yang ikut terlibat dalam riset dan publikasi terkait isu bencana. Bahkan, secara statistik Unsyiah termasuk dalam tiga besar publikasi kebencanaan di Indonesia, terutama riset bidang tsunami.

Pengelolaan bencana, menurutnya, merupakan tugas bersama dari berbagai disiplin ilmu. Sebab, isu bencana sangat kompleks, sehingga membutuhkan keterlibatan dan kerja sama dari banyak pihak.

Untuk itu, Rektor berharap konferensi itu menjadi pertemuan efektif untuk saling memperkuat dan bersinergi meningkatkan kesadaran bencana, sekaligus mengembangkan budaya pencegahan risiko. Terlebih lagi, Aceh dan Jepang mempunyai persamaan sebagai daerah yang memiliki potensi besar bencana alam. Bahkan, kedua daerah ini pernah mengalami bencana mahadsahsyat yaitu tsunami.

"Konferensi ini menjadi kesempatan besar bagi para peneliti untuk membandingkan peristiwa gempa tsunami yang terjadi di Aceh tahun 2004 dan di Jepang tahun 2011 silam," ujar Prof Samsul seperti disampaikan kembali oleh Kepala Humas Unsyiah, Chairil Munawir MT SE MM, kepada Serambi, Jumat (8/11).

Pada kesempatan yang sama, Unsyiah juga menandatangani dua naskah kerja sama (MoU) dengan Tohoku University dan Fujitsu Tokyo. Kerja sama itu, menurut Chairil, terkait dengan pendeteksian gempa dan penyakit tanaman, serta pengiriman mahasiswa magang yang dibiayai sepenuhnya oleh Fujitsu Tokyo. (jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved