Breaking News:

Berita Subulussalam

Himapakosaka Prihatin Konflik Adat Budaya di Subulussalam, Minta Wali Kota Affan Beri Klarifikasi

”Sebagai mahasiswa kami prihatin atas persoalan adat budaya yang terjadi belakangan ini di Kota Subulussalam,” kata Gusti Niswar, Ketua Himapakosaka

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Sejumlah mahasiswa Subulussalam dan Singkil yang tergabung dalam Komunitas Penyelamat Sejarah Kebudayaan Suku Singkil (Kompass Buss) menggelar aksi di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (12/11/2019). Mereka menolak rencana Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang membangun Pusat Kebudayaan Pakpak di Subulussalam dengan anggaran Rp 250 juta. SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL 

”Sebagai mahasiswa kami prihatin atas persoalan adat budaya yang terjadi belakangan ini di Kota Subulussalam,” kata Gusti Niswar, Ketua Himapakosaka kepada Serambinews.com, Rabu (13/11/2019).

Himapakosaka Prihatin Konflik Adat Budaya di Subulussalam, Minta Wali Kota Affan Beri Klarifikasi

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Para mahasiswa  perantauan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perantauan Kota Sada Kata (Himapakosaka) menyampaikan keprihatinannya atas gejolak adat dan budaya di Subulussalam.

Mereka menilai hal ini dapat mengarah pada konfik suku.

”Sebagai mahasiswa kami prihatin atas persoalan adat budaya yang terjadi belakangan ini di Kota Subulussalam,” kata Gusti Niswar, Ketua Himapakosaka kepada Serambinews.com, Rabu (13/11/2019).

Gusti mengaku pro kontra terkait pembangunan pusat kebudayaan Suku Pakpak yang rencananya dibangun di Desa Jontor Kecamatan Penanggalan menjadi masalah serius. 

Pasalnya dapat mengarah terhadap konflik suku.

Lantaran itu, Gusti mengimbau masyarakat Kota Subulussalam bisa lebih dewasa dalam menanggapi isu tersebut dengan tidak terpancing karena bisa menimbulkan perpecahan antar sesama masyarakat di sana.

Sedangkan kepada Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang, ia meminta agar segera mengklarifikasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya suku Singkil untuk menghindari konflik yang berkelanjutan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved