Aceh Hebat

Belajar tentang Penyelesaian Kerugian Daerah, Sekda Aceh Bawa Inspektur Se-Aceh ke Gorontalo

Provinsi Gorontalo meraih peringkat 2 nasional terkait Kinerja Pengawasan Terbaik Tahun 2019.

Belajar tentang Penyelesaian Kerugian Daerah, Sekda Aceh Bawa Inspektur Se-Aceh ke Gorontalo
HUMAS PEMERINTAH ACEH
Sekda Aceh dan Inspektur Se-Aceh belajar ke provinsi peraih peringkat 2 nasional terkait Kinerja Pengawasan Terbaik Tahun 2019, Kamis (14/11/2019). 

SERAMBINEWS.COM, GORONTALO - Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, memboyong Inspektur Aceh dan Inspektur kabupaten/kota se-Aceh serta sejumlah pejabat terkait ke Gorontalo.

Kunjungan belajar ke provinsi peraih peringkat 2 nasional terkait Kinerja Pengawasan Terbaik Tahun 2019 itu bertujuan melihat langsung tata cara pelaksanaan sidang MPKD (Majelis Penyelesaian Kerugian Daerah) yang dilakukan dalam rangka penyelesaian kasus tuntutan ganti rugi di Provinsi Gorontalo.

“Sebagai salah satu daerah yang menyabet predikat terbaik dalam pelaksanaan MPKD, maka sangat layak kita belajar ke Inspektorat Provinsi Gorontalo. Karena itu, saya imbau seluruh pejabat yang hadir untuk menggali pengetahuan dan belajar berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh Inspektorat di sini,” kata Taqwallah.

Sementara itu, Kasubbag Program dan Pelaporan Inspektorat Aceh, Rahmatsyah menjelaskan, saat ini banyak pelaporan-pelaporan hasil pemeriksaan yang sampai ke pihaknya namun belum tertangani.

“Oleh karena itu, kegiatan belajar ke Gorontalo ini, kita harapkan akan memberi pembelajaran dan masukan bagi kita, terkait kiat untuk penanganan terbaik terhadap pelaporan hasil pemeriksaan  yang selama ini kita tangani,” ujar Rahmatsyah.

Jaksa Kejari Aceh Tamiang Tuntut Mati Penyelundup 15,6 Kg Sabu dan 9.900 PMMA, Hasil Tangkapan BNN

Inspektur Daerah Provinsi Gorontalo Iswanta, saat menyambut rombongan Pemerintah Aceh menjelaskan tentang kinerja yang telah dilaksanakan oleh Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo.

Salah satu kinerja tersebut yaitu adanya aplikasi SILET (Sistem Elektronik Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan) yang terintegrasi dengan e-SPT Tracking.

“Dalam aplikasi ini menggambarkan proses perintangan penugasan sampai proses penyelesaian penugasan. Jadi kita bisa monitor surat tugas ini tanggal berapa, sampai saat ini sudah berapa lama, dan posisinya sudah di mana. Sehingga kita Inspektur sudah bisa memonitor jika ada laporan yang belum selesai,” jelas Iswanta.

Iswanta juga menambahkan, terkait pelaksanaan sidang MPKD, sidang ini sangat membantu dalam penyelesaian tuntutan kerugian daerah yang merupakan temuan dari hasil pemeriksaan, baik pemeriksaan dari Inspektorat Provinsi Gorontalo dan BPK RI.

Pemerintah Aceh memilih Provinsi Gorontalo karena provinsi tersebut meraih peringkat ke-II Nasional, terkait Kinerja Pengawasan Terbaik Tahun 2019, pada Rakorwasdanas, yang digelar di Kota Solo Provinsi Jawa Tengah, (25/10/2019).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyaksikan simulasi tata cara pelaksanaan sidang Majelis Kerugian Daerah, yang dilaksanakan oleh Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo.(*)

Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved