Kasus Perdagangan Satwa

Satu Pelaku Masih Buron, Begini Perkembangan Kasus Penjualan Kulit dan Tulang Harimau

Hingga kini polisi juga masih mencari keberadaan satu pria lagi yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus tersebut.

Satu Pelaku Masih Buron, Begini Perkembangan Kasus Penjualan Kulit dan Tulang Harimau
SERAMBINEWS.COM/JAFAR YUSUF
Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Adhitya Pratama SH (tengah) memperhatikan kulit harimau yang diamankan di kawasan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat (27/9). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Berkas kasus perdagangan satwa yang dilindungi  berupa harimau yang sudah mati saat ini masih dalam pemeriksaan Jaksa Peneliti Berkas Kejari Aceh Utara.

Hingga kini polisi juga masih mencari keberadaan satu pria lagi yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, lima pria yang diduga terlibat perdagangan satwa yang dilindungi tersebut pada Jumat (27/9/2019) diringkus polisi di kawasan Desa Geumata Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Mereka adalah AM (32) Warga Aceh Timur sebagai pemilik. Sedangkan empat lainnya sebagai perantara yaitu MZ (30) warga Cot Girek, HS (20) asal Sumatera Utara, kemudian AB (40) dan IR (30), keduanya warga Aceh Tamiang.

Barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus tersebut di antaranya, kulit harimau yang sudah diawetkan, empat gigi taring, tengkorak harimau, tulang, dan lima kumis.

“Setelah kita periksa semua saksi dari petugas yang menangkap dan juga tersangka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya, kemudian saksi ahli, kemudian berkas kasus tersebut dilimpahkan ke jaksa,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui AKP Adhitya Pratama SH, kepada Serambi, Jumat (15/11/2019).

Disebutkan, saksi ahli yang diperiksa tersebut adalah balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Taing Lubis.

“Berdasarkan keterangan ahli, satwa yang dilindungi tersebut tidak boleh ditangkap, dipelihara, apalagi kalau sampai dibunuh,” ujar Kasat Reskrim.

Untuk proses selanjutnya, berkas tersebut menunggu dinyatakan lengkap oleh jaksa.

Sedangkan untuk DPO kata Kasat Reskrim, pihaknya sudah menyebarkan identitas dan ciri-ciri ke jajaran polres jajaran Polda Aceh.

Karena polisi juga belum menemukan foto pria yang masuk DPO tersebut.  Hingga saat ini, polisi pun berhasil mengendus keberadaan pria tersebut.

“Masih terus kami cari keberadaan yang DPO tersebut,” katanya.(*)

Pendaftaran CPNS 2019 – Begini Cara Mudah Kompres Foto: Gunakan 5 Aplikasi Online Berikut Ini

Pukat Harimau Tapteng Beroperasi di Laut Aceh Singkil Hari Jumat, Agar tak Ketahuan Nelayan Lokal

Tes CPNS di Lhokseumawe, Ini Jumlah yang Telah Mendaftar dan Formasi Terbanyak Dipilih

Mulai Tahun 2020, Seluruh Perusahaan di Lhokseumawe Wajib Bayar Gaji Karyawannya Sesuai UMP

 

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved