Berita Aceh Besar

Usaha Jamur Tiram untuk Para Korban Tsunami

Pagi itu, matahari belum menanjak naik, tangan legam Burhanuddin (38) sudah tampak cekatan memetik jamur dari cetakannya dan memasukkan ke dalam...

Usaha Jamur Tiram untuk Para Korban Tsunami
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Burhanuddin saat memetik jamur di tempat usahanya. 

Bukan hal mudah membangkitkan perekonomian warga setempat, karena sejumlah mata pencaharian mereka ikut terdampak dengan bencana tersebut. Bahkan tangki minyak milik Depo Pertamina sempat hancur saat itu.

Seiring perjalanan waktu, Burhanuddin dan ibu-ibu di desa itu bangkit. Burhanuddin sempat bekerja di NGO asing yang saat membantu proses pemulihan di Aceh. Di pekerjaan bersama NGO itu pula, ia banyak belajar tentang budidaya jamur tiram.

Setelah proses rehab dan rekonstruksi Aceh berakhir, Burhanuddin mencoba peruntungan dengan memulai usaha jamur tiram. Karena ia melihat potensi besar dari jamur tiram ini yang sangat diminati masyarakat.

Pemburu Emas di Hutan Geumpang Diyakini ‘Dikendalikan’ Para Pemodal

Pada 2015, dengan modal sendiri yang seadanya Burhanuddin mencoba membangun usaha jamur tiram di belakang rumahnya. Pada awal-awal usaha, ia sempat jatuh bangun, beberapa kali ia gagal panen karena prosesnya yang belum standar.

Kurangnya modal menjadi salah satu penyebab, sehingga proses usahanya tak berjalan seperti semestinya. Bahkan pondok tempat budidaya masih belum layak atau belum standar, karena hanya berdinding karung, sehingga jamur sulit tumbuh.

Dalam dua tahun pertama, ia sempat berkali-kali gagal panen, Burhanuddin menelan kerugian hingga Rp 40 juta. Pantang menyerah, pria bertubuh kecil ini terus berusaha. Karena ia yakin jamur tiram sangat diminati masyarakat.

 “Saya ini ilmunya punya untuk jamur tiram, tapi modalnya yang nggak punya lagi. Sampai akhirnya Pertamina datang membantu, hingga Alhamdulillah sudah seperti sekarang ini, usahanya sudah berjalan,” ujar Burhanuddin.

Katanya, pada 2018 usahanya itu diketahui oleh pihak PT Pertamina. Karena usahanya itu hanya berada beberapa kilometer dengan tangki Depo Pertamina Krueng Raya, yang bertetanggaan desa. Akhirnya PT Pertamina MOR I datang membantu usahanya melalui dana CSR. Saat itu Burhanuddin sudah mendirikan kelompok tani dengan ibu-ibu korban tsunami tadi sebagai anggotanya.

Peserta Turnamen Kapolda Aceh Cup 2019 Boleh Pakai Pemain Sipil, Ini Kuota dan Syaratnya

Dengan bantuan pertamina itu, akhirnya ia mampu mendirikan bumbung (pondok) yang layak, baglog, rak jamur, pondok pengolahan, dapur memasak, hingga meningkatkan jumlah produksi. Akhirnya secara berangsur-angsur usaha jamur tiram Burhanuddin mengalami perubahan dan semakin banyak dikenal masyarakat umum.

Setiap hari, Burhanuddin mengomandoi belasan ibu-ibu bekerja, mulai membuat baglog, memasak baglog, membersihkan pondok budidaya, hingga memanen jamur.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved