Berita Aceh Singkil

Bangkai Babi tak Terlihat Lagi di Sungai Singkil

"Pakai air sungai, lantas mau pakai air dari mana. Hanya yang mampu beli air isi ulang," kata Dragon.

Bangkai Babi tak Terlihat Lagi di Sungai Singkil
Dokumen Vetor
Bangkai babi dibakar di sekitar muara sungai Singkil, untuk mencegah bau serta timbulnya penyakit tak diinginkan, Jumat (15/11/2019). 

"Pakai air sungai, lantas mau pakai air dari mana. Hanya yang mampu beli air isi ulang," kata Dragon.  

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bangkai babi tak terlihat lagi hanyut di sungai Singkil, Aceh Singkil, Minggu (17/11/2019). 

Hal itu berdasarkan kesaksian warga yang tinggal di daerah aliran sungai. "Sudah dua hari ini, tidak terlihat lagi bangkai babi di sungai," kata Pukak Dragon penduduk Rantau Gedang, Singkil Utara yang tepat berada di pinggir sungai Singkil. 

Informasi serupa disampaikan Andang penduduk Desa Suka Makmur, Singkil. Menurut Andang, bangkai babi tidak terlihat lewat di sungai dekat rumahnya. "Insya Allah tidak ada lagi terlihat. Mudah-mudahan tidak ada lagi," ujarnya.

 BREAKING NEWS: Banjir Rendam Jalan Nasional dan Puluhan Rumah di Kuta Trieng Nagan Raya

BREAKING NEWS - Penduduk Napai di Aceh Barat Terkurung Banjir Satu Meter

Masyarakat Gampong Asan, Kota Sigli, Pidie Gelar Pilchiksung

Sebelumnya tim gabungan memusnahkan bangkai babi di sekitar muara sungai Singkil. Bangkai itu dimusnahkan dengan cara dibakar jauh dari pemukiman penduduk.

Bangkai babi terlihat di sungai Singkil, pada Kamis (14/11/2019) lalu. Selain di sungai Singkil, bangkai babi juga terlihat di sungai Rintis yang melintasi pemukiman penduduk Suka Makmur. 

Setelah bangkai babi tak terlihat warga daerah aliran sungai sudah kembali menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. "Pakai air sungai, lantas mau pakai air dari mana. Hanya yang mampu beli air isi ulang," kata Dragon. 

Memang sebut Dragon, ada perasaan risih saat bangkai babi hanyut. Namun bagi penduduk pinggir sungai yang secara ekonomi kurang mampu tidak ada pilihan, selain menggunakan air sungai.(*)

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved