Breaking News:

Keuchik Dituding Palsukan Kematian Warga, Agar Rumah Bantuan Bisa Dialihkan

Makdunsyah (44), warga Dusun Teungoh, Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan harus menelan ludah

Serambinews.com
Makdunsyah (44), warga Dusun Teungoh, Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan memberi keterangan pers kepada wartawan di kantor PWI Aceh Selatan, Jumat (15/11/2019) sore. 

TAPAKTUAN - Makdunsyah (44), warga Dusun Teungoh, Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan harus menelan ludah akibat ulah keuchik setempat. Pasalnya, rumah bantuan bagi warga kurang mampu yang semesti diterimanya dialihkan ke orang lain akibat keuchik setempat melaporkan dirinya sudah meninggal dunia.

Makdunsyah yang didampingi sejumlah warga setempat kepada para wartawan, Jumat (15/11/2019) sore, melaporkan bahwa, pada 25 Oktober 2019, Dinas Perkim Aceh turun ke gampong mereka dalam rangka pemutakhiran data penerima bantuan rumah bagi warga kurang mampu dari Pemerintah Aceh. "Dari hasil kunjungan lapangan, Perkim Aceh itu telah menetapkan dua unit rumah bantuan tersebut masing-masing untuk Asni dan saya," ungkap Makdunsyah.

Anehnya, lanjut Makdunsyah, bantuan sosial dari Pemerintah Aceh untuk masyarakat kurang mampu yang semestinya tidak dipungut biaya, malah diminta uang oleh Keuchik Krueng Batu, T Arbet Banta sebanyak Rp 10 juta. "Saya menolak memberikan karena tidak ada uang sebanyak itu," ungkap Makdunsyah.

Karena menolak memberikan uang tersebut, lanjutnya, Keuchik Krueng Batu kemudian menyurati Dinas PU c/q Perkim Aceh dengan perihal pembatalan dan pengalihan penerima bantuan unit rumah tersebut kepada Leo Waris. "Dalam surat tersebut, saya dinyatakan sudah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris, padahal saya masih hidup dan memiliki ahli waris," ungkapnya.

"Atas dasar keterangan palsu yang dilakukan Keuchik Krueng Batu itu telah merugikan dan mencemarkan nama baik saya dan ahli waris, maka saya akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan meminta yang bersangkutan mencabut surat yang disampaikan ke Dinas PU c/q Perkim Aceh tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, upaya Serambi untuk mengonfirmasi Keuchik Krueng Batu, T Arbet Banta terkait tudingan bahwa dirinya telah mengalihkan rumah bantuan untuk Makdunsyah, hingga kemarin belum berhasil. Pasalnya, bebeberapa kali coba dihubungi, namun yang bersangkutan tidak juga mengangkat telepon selulernya.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved