Berita Pidie Jaya

Ibu-ibu di Peurade Pidie Jaya Diajari Mengolah Cabai Merah Kering, Ini Tujuannya

Agar cabe merah tidak terbuang percuma karena rendahnya harga jual semisal Rp 10.000 per-kilogram

SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Ibu rumah tangga (IRT) yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Udep Sare Gampong Peurade Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, Senin (18/11/2019) berkumpul di Sekretariat Poktan setempat. 

 Agar cabe merah tidak terbuang percuma karena rendahnya harga jual semisal Rp 10.000 per-kilogram

Laporan Abdullah Gani |  Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU- Sekitar 25 orang ibu rumah tangga (IRT) yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan)  Udep Sare Gampong Peurade Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, Senin (18/11/2019) berkumpul di Sekretariat Poktan setempat.

Tujuan pemanggilan IRT, kata Abubakar Sorrah, Ketua Poktan tersebut, kepada Serambinews,com adalah untuk memperkenalkan mesin pengolah cabai kering sekaligus mendemontrasikan penggunaan alat dimaksud.

Mesin bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh  yang pengadaannya melalui dana APBN, lanjut Abubakar, diharapkan menjadi modal dalam pemberdayaan kelompok.

Pelaku Pelemparan Sperma Ditangkap Polisi, Bersumpah Tak Melakukan Orgasme di Tempat Umum

Update Pelamar Tes CPNS di Lhokseumawe, Formasi Terbanyak Dipilih

Warga Bener Meriah-Aceh Tengah Disediakan Rumah Singgah di Banda Aceh, Tempat Inap Kontingen FASI

Sebagai kawasan pengembangan hortikultura selain bawang merah, lanjut Ketua Poktan, mesin tersebut dapat difungsikan ketika harga komoditi cabai merah rendah atau anjlok.

Agar cabai merah tidak terbuang percuma karena rendahnya harga jual semisal Rp 10.000 per-kilogram, maka Poktan berupaya menampung atau membeli komoditi dimaksud untuk selajutnya diolah. Utama sekali untuk kebutuahn para anggota, namun jika berkembang berikutnya akan dipasarkan.

Pada demontrasi pemanfaatan mesin, hasil olahan kemudian dibagikan khusus kepada ke 25 orang IRT atau anggota kelompok untuk diujicoba masing-masing. Hadir pada acara tersebut, Kadistanpangan, drh Muzakkir bersama Kabid Produksi, Safri Sallam SM serta sejumlah staf.

Kadistanpangan antara lain menyebutkan bahwa, itu sebuah peluang baik bagi Poktan dalam pemberdayaan ekonomi para anggota.

Secara pelan-pelan tapi pasti, Muzakiir optimis, poktan dimaksud akan berkembang.

"Yang penting kompak dan kerjasama yang baik,” imbuh Kadistan.  

Beberapa IRT menjawab Serambinews,com menyambut baik  atau lega dengan adanya mesin pengolah cabai merah.

Jika harga cabai anjlok, poktan diharapkan menampung hasil panen untuk selanjutnya diolah.

Seperti disampaikan Nurma, seorang IRT. Katanya, lumayan jika sudah ada mesin pengolah sehingga cabai merah yang harga jualnya rendah dapat diolah menjadi bubuk cabe setelah sebelumnya menjalani proses pengeringan.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved