Kekeringan
10 Hektare Sawah Masyarakat Samadua Terancam Kekeringan
Suhaimi Shalihin, mengakui sebetulnya pemerintah daerah telah berjanji akan membuat tanggul permanen irigasi blang Sekundo Samadua di tahun anggaran 2
Penulis: Taufik Zass | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Taufik Zass I Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Sedikitnya 10 hektare sawah di Gampong Ladang Kemukiman Panton Luas, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, terancam kekeringan akibat putusnya tanggul irigasi blang Sekundo daerah itu.
"Irigasi itu putus dihantam banjir saat hujan deras belum lama ini," kata Camat Samadua, Suhaimi Shalihin saat meninjau lokasi irigasi Blang Sekundo, Senin (18/11/2019).
Dia menjelaskan, masyarakat Samadua recanannya 10 hari ke depan akan menanam padi di sawah tersebut.
Oleh karena itu jika tidak diatasi segara sawah itu akan kekeringan dan warga gagal tanam.
• VIDEO - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah Silaturrahmi ke Serambi Indonesia
• Vivo S1 Pro Diluncurkan 25 November, Sudah Bisa Dipesan Sekarang, Begini Caranya!
• Tiga Pemain Aceh Perkuat Indonesia pada Kompetisi U-15 di Singapura
"Maka kita minta pemerintah daerah segera menanggulangi jebolnya irigasi blang sekundo Samadua tersebut. Kondisi ini menjadi prihatin kita bersama," ujarnya.
Suhaimi Shalihin, mengakui sebetulnya pemerintah daerah telah berjanji akan membuat tanggul permanen irigasi blang Sekundo Samadua di tahun anggaran 2020.
"Harapannya tentu bisa segera diperbaiki yang sifatnya tanggap darurat. Karena keberadaan irigasi ini sangat vital dalam mengatur pasokan air ke areal pesawahan di wilayah kami," ulasnya.
Sementara salah satu petani Samadua, Firdaus, mengatakan irigasi satu-satunya sumber air sawah di Gampong Ladang Kemukiman Panton Luas, Kecamatan Samadua.
"Kita sudah siapkan benih padih yang akan ditanam minggu depan. Kita harap ada solusi sementara dari pemeritah Aceh Selatan," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sawah-676.jpg)