Jumpa Setelah 2007, Persiraja Tantang Persik Kediri di Semifinal Liga 2 Musim 2019
Punggawa Persiraja merintis jalan menuju promosi ke Liga 1 musim 2020. Sebelum itu, Ferry Komul dkk lebih dulu menantang
BANDA ACEH - Punggawa Persiraja merintis jalan menuju promosi ke Liga 1 musim 2020. Sebelum itu, Ferry Komul dkk lebih dulu menantang runner-up Grup B, Persik Kediri di babak semifinal Liga 2 musim 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (22/11) malam.
Kepastian Macan Putih–julukan Persik Kediri–bertemu dengan Lantak Laju, setelah mereka bermain imbang 0-0 dengan Martapura FC Kalimantan Selatan. Duel terakhir Grup B tersebut dipentaskan di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (18/11/2019) petang.
Sementara Ferry Komul dkk lebih dulu menggenggam tiket lolos setelah tampil sebagai juara Grup A. Mereka sukses mengantongi nilai lima setelah menang atas Mitra Kukar (2-0), Persewar Waropen (2-2), dan terakhir bermain imbang 0-0 dengan Sriwijaya FC Palembang di Stadion Gelora Joko Samudro (GJS), Gresik, Jawa Timur, Sabtu (16/11).
Duel melawan Persik Kediri, tentu mengulang kembali pertemuan pada musim 2006/2007 di pentas kompetisi divisi utama. Kala itu, Lantak Laju baru saja promosi ke divisi utama setelah enam tahun berkubang di Liga 1 PSSI. Sukses itu tak lepas dari sentuhan mantan striker Persiraja era 90-an, Anwar bersama dengan pemain lokal semisal Dicky Anggriawan, Abdul Musawir, Iswandi, Kurniawan, Wahyudi, Saiful Imran, Teuku Helza, Tarmizi Rasyid, Munawar, Khalidan, plus trio asing, Antonio Teles-Robson-Alvin Kie.
Dalam pertandingan pertama di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Persiraja secara menyakitkan kalah 1-2 dari tuan rumah Persik. Unggul cepat berkat gol Danilo Fernando, Persiraja mampu membalas lewat sundulan Suheri Daud. Namun, di menit akhir pertandingan, Persik memastikan kemenangan berkat sontekan Budi Sudarsono.
Di tahun pertama kembali ke divisi utama kala itu, Persiraja mengalami tiga kali pergantian pelatih. Di awal musim, Persiraja dilatih Riono Asnan yang mendapat rekomendasi dari tim sembilan. Hanya saja, setelah tiga kali meraih hasil buruk, Riono yang dikontrak Rp 600 juta langsung kabur dari Lampineung.
Pasca hasil imbang 1-1 melawan PSS Sleman dan berakhir dengan kaburnya Riono Asnan, Persiraja mengontrak pelatih asal Medan, M Khaidir. Di akhir kompetisi, Lantak Laju menggunakan jasa mantan bintang Persiraja era 80-an, M Daan SE.
Pada pertemuan kedua, Persik Kediri yang pada musim itu dikenal sebagai tim bertaburan bintang datang ke Stadion H Dimurthala, Lampineung. Kala itu, tim yang dimanajeri Iwan Budianto tertinggal oleh tendangan bebas pemain asing asal Brasil, Antonio Teles. Sepakan menyusur tanah gagal ditangkap Wahyudi, kiper Persik. 1-0 untuk Persiraja.
Naas. Saat pertandingan tinggal empat menit lagi, malapetaka menimpa kubu Persiraja. Sang arsitek Persik, Daniel Roekito menarik Budi Sudarsono dan memasukkan striker legenda mereka, Musikan. Di masa injury-time, Persik sukses menyamakan kedudukan melalui sundulan akurat Musikan.
Dan, tandukan Musikan membuat duel berakhir 1-1. Kini, setelah 2007 lalu, Persiraja dan Persik Kediri kembali bertemu. Pertemuan kali ini kala kedua tim berburu satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan.
Sementara satu partai semifinal lainnya menghadirkan antara juara Grup B, Persita Tangerang dengan Sriwijaya FC Palembang. Persita ingin promosi setelah gagal musim lalu saat finish di peringkat keempat. Sementara Sriwijaya ingin kembali usai degradasi dari Liga 1 musim lalu.(ran)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelatih-persiraja-tiba-di-bali.jpg)