Salam

Kapolri Inginkan Polisi Profesional dan Jujur   

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Idham Azis, mengingatkan seluruh gubernur, bupati, dan walikota

Kapolri Inginkan Polisi Profesional dan Jujur    
For Serambinews.com
Kapolri, Jenderal Idham Azis sesaat setelah dilantik jadi Kapolri, Jumat (1/11/2019). 

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Idham Azis, mengingatkan seluruh gubernur, bupati, dan walikota untuk menjaga komitmen melaksanakan pembangunan yang bersih dan profesional. Ia mendorong para kepala menggandeng kapolres di wilayah masing-masing untuk menjadi pengawal pembangunan daerah. Idham secara tegas meminta para kapolres tidak justru menjadi bagian dari permasalahan yang ada di daerah. Laporkan ke saya jika ada polisi yang minta-minta proyek, katanya.

Idham menyatakan Polri akan melakukan pengamanan secara maksimal pada seluruh kegiatan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dalam upaya pengamanan itu, Idham menyebut institusinya bakal mengedepankan dua strategi, yaitu pencegahan dan penindakan.

Untuk itu, Polri mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada kepala daerah di seluruh Indonesia tentang koordinasi pelaksanaan tugas Polri dalam penegakan hukum dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Salah satu isi edaran itu adalah, Polri mengimbau kepada kepala daerah agar segera melapor kepada pimpinan Polri bila ada upaya permintaan/intimidasi/intervensi yang dilakukan oknum anggota Polri pada Polda, Polres, atau Polsek atau pihak-pihak yang mengatasnamakan kesatuan Polri.

Pengaduan bisa dilakukan melalui Sentra Pelayanan Propam (Bagyanduan Divpropam Polri) di Jalan Trunojoyo Nomor 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Call center/WA 081384682019 atau melalui email divpropampolri@yahoo.co.id," demikian tertulis dalam surat edaran itu.

Layanan itu dikeluarkan Polri untuk mendukung pengawasan terhadap penanganan pengaduan masyarakat. Namun, pelapor diharapkan menyertakan informasi dengan data pendukung yang relevan. "Polri akan melindungi kerahasiaan identitas pelapor, sepanjang laporan yang dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan benar."

Polri juga meminta agar kepala daerah tidak melayani atau memfasilitasi segala bentuk permintaan uang atau barang termasuk intimidasi/intervensi terhadap pelaksanaan proyek pekerjaan di lingkungan pemerintah daerah yang dilakukan oknum polisi.

Kapolri Jenderal Idham Azis benar-benar menginginkan polisi bekerja profesional dan bersih. Ia bahkan sudah memerintahkan seluruh anggota Polri supaya tidak bergaya hidup mewah atau hedonisme dalam kehidupan sehari‑hari. AAkan dikenakan sanksi tegas jika ada anggota Polri yang melanggar."

Untuk itu, para anggota Polri dan keluarganya diminta menjaga dan menempatkan diri pada pola hidup sederhana di lingkungan internal Polri dan publik. "Tiga, tidak mengunggah foto atau video di media sosial yang menunjukkan gaya hidup mewah."

Menjadi prajurit Polri memang harus profesional dan terpercaya. Secara sederhana, produk‑produk kinerjanya secara signifikan dapat dirasakan hasilnya masyarakat dalam pelayanan publik yang memenuhi standar kecepatan, ketepatan, keakurasian, dan transparan.

Makna terpercaya adalah dapat diunggulkan dan kinerjanya dirasakan membawa manfaat bagi masyarakat dengan adanya keamanan dan rasa aman. Dan di dalam melakukan pelayanan kepada publik tidak melakukan tindakan‑tindakan yang menyebabkan orang tidak percaya.

Jadi, figur seorang polisi yang ideal sebagai raw model memang harus dibangun. Model itu antara lain diteladani dari sosok Hoegeng Iman Santoso. Indonesia mengakui bahwa Hoegeng adalah seorang polisi yang bersahaja, yang patut diteladani dari pemikirannya, sikapnya, gaya kepemimpinanya, keberaniannya, kecintaan dan kebanggaannya akan pekerjaannya sebagai petugas polisi. Tidak mudah menjadi polisi dalam negara yang sedang menghadapi krisis. Sulit juga menjadi polisi yang ideal dalam ketidaknormalan. Idealisme Hoegeng sebagai polisi ia tunjukkan dengan kedekatannya pada masyarakat. Hoegeng, saat menjabat Kapolri pun ia sempat menjadi penyiar radio, bermain musik, serta menghadiri berbagai acara kemasyarakatan. Betapa ia menyadari apa arti polisi tanpa dukungan masyarakat. Polisi adalah produk masyarakatnya dan para poilisi berasal dari masyarakatnya dan akan kembali kepada masyarakat pula. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved