Aceh akan Ambil Alih Blok B pada 2020  

Pemerintah Aceh tetap berkomitmen akan mengambil alih pengelolaan migas di Blok North Sumatera B (NSB) atau sering disebut

Aceh akan Ambil Alih Blok B pada 2020   
Serambinews.com
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani . 

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh tetap berkomitmen akan mengambil alih pengelolaan migas di Blok North Sumatera B (NSB) atau sering disebut Blok B di Aceh Utara dari tangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Pengambilalihan akan dilakukan pada tahun 2020 atau setelah masa perpanjangan kontrak sementara PHE berakhir.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan memperpanjang kontrak sementara PHE di Blok B selama satu tahun yang dimulai dari 18 November 2019 hingga 17 November 2020. Pertamina akan bekerja sama dengan PT PEMA mengelola blok tersebut.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (19/11) menyatakan, rencana Pemerintah Aceh tidak berubah untuk mengelola sendiri Blok B. “PT PEMA (perusahaan daerah) akan ambil alih pengelolaan Blok B dari PHE setelah setahun bekerjasama dalam masa transisi,” katanya. 

Pria yang akrab disapa SAG tersebut menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak sementara pengelolaan Blok B tersebut dilakukan setelah tercapainya kesepakatan antara PT Pertamina dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Selama kontrak sementara itu, skema bagi hasil tetap menggunakan cost recovery.

Hadir dari pihak Pemerintah Aceh, Kepala Dinas ESDM Aceh, Ir Mahdi Nur MM,  Direktur Utama PT PEMA, Ir Zubir Sahim MM, tim negosiasi, Dr Mirza Tabrani MBA dan Plt Kepala BPMA, Azhari Idris. Sedangkan pihak kementerian, hadir Plt Dirjen Migas ESDM, Djoko Siswanto, Direktur Pembina Hulu Migas Ditjen Migas ESDM, Mustafid, dan dari SKK Migas, Asnidar. 

“Kedua pihak sepakat memperpanjang pengelolan Migas Blok NSB oleh PT PHE selama satu tahun lagi, sebagai masa transisi sebelum dialihkelolakan penuh kepada Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) dalam hal ini PT PEMA,” ungkap SAG.

Selama masa transisi ini, sambungnya, pengelolaan Blok B oleh PHE bekerja sama dengan BUMA. Bentuk kerja samanya akan dibicarakan secara Business to Business (B2B). “Ada komitmen PT PHE dalam masa transisi ini mendampingi BUMA mempersiapkan diri untuk pengambilalihan penuh pengelolaan Blok B itu,” kata SAG.

Sebelumnya seperti dilansir katadata.co.id, Kementerian ESDM memperpanjang kontrak sementara PHE di Blok North Sumatera B (NSB) selama satu tahun. Pelaksana Tugas Dirjen Migas Djoko Siswanto menjelaskan, perpanjangan kontrak sementara diputuskan berdasarkan hasil diskusi dengan Pertamina dan BPMA.

Pertamina mengelola Blok NSB dengan menggunakan kontrak sementara setelah kontrak tetapnya habis pada Oktober 2018. Perpanjangan kontrak kali ini merupakan yang ketiga kalinya.

Pemberian kontrak sementara lantaran belum adanya kesepakatan antara Pemerintah Pusat (Pempus) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh terkait kontrak bagi hasil Blok NSB ke depan.

Pemprov Aceh menginginkan pengelolaan Blok NSB tetap menggunakan kontrak bagi hasil cost recovery. Namun, keinginan tersebut terganjal aturan Kementerian ESDM bahwa blok terminasi habis kontrak menggunakan kontrak bagi hasil gross split.

Djoko berharap, dengan perpanjangan kontrak sementara selama setahun, lebih lama dari sebelumnya 45 hari, investasi di Blok NSB tak terhambat. Ia pun optimistis, waktu setahun cukup untuk menyamakan pandangan Pempus dan Pemprov Aceh mengenai skema kontrak bagi hasil ke depan. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved