Salam

Nova Membutuhkan Aparatur Yang Patuh  

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sudah berkali-kali mengaku sangat capek dan berat sendirian menakhodai

Nova Membutuhkan Aparatur Yang Patuh   
SERAMBI/M ANSHAR
NOVA IRIANSYAH Plt Gubernur Aceh 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sudah berkali-kali mengaku sangat capek dan berat sendirian  menakhodai  pemerintahan provinsi ini. Sudah 17 bulan, sejak Irwandi Yusuf ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nova bekerja sendiri yang antara menmgakibatkan banyak agenda yang seharusnya dihadiri Gubernur Aceh, tapi tak terkejar olehnya. Saya agak khawatir mengeluarkan statemen ini, karena mungkin orang cenderung nggak percaya. Tapi terserah mau percaya atau tidak, ya ini perlu saya jawab, ujarnya saat berkunjung ke kantor harian ini, Senin (18/11).

Oleh sebab itu, saat ia melantik Dokter Taqwallah sebagai Sekda Aceh beberapa waktu lalu, dia meminta Sekda setidaknya bisa mengganti tugas-tugas Wakil Gubernur Aceh yang kini kosong. ABerat saya kerja sendiri. Ini saya ngomong berbasis ketidakmampuan saya sendirian, yang jelas (kerja) sendiri boleh dibilang sangat berat,@ ungkap Nova yang kemudian terdiam.

Kita sangat memahami bahwa menjadi kepala daerah, apakah itu gubernur, bupati, atau wali kota, di era otonomi daerah yang khusus ini memang sangat berat. Sebab, otonomi daerah memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggungjawab kepada daerah secara proporsional. Diwujudkan dengan pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional, sesuai dengan prinsip‑prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan, dan keadilan.

Daerah memiliki hak, wewenang, dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang‑undangan.  Jadi, peran dari seorang kepala daerah sangat mutlak dan penting bagi keberhasilan implementasi otonomi khusus daerah ini.

Dan gubernur adalah jabatan strategis serta memiliki posisi sentral terhadap eksistensi sebuah daerah. Setidaknya ada tujuh hak dan kewajiban seorang kepala daerah yang diberikan undang-undang. Yakni, (1) memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRA/DPRK, (2) mengajukan rancangan rencana qanun, (3) menetapkan Qanun yang sudah mendapatkan persetujuan bersama lembaga wakil rakyat, (4) menyusun dan mengajukan rancangan Qanun tentang APBA/APBK kepada DPRA/DPRK untuk dibahas dan ditetapkan bersama, (5) mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah, (6) mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan (7) melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang‑undangan.

Walau Nova mengaku berat dan capek bekerja sendiri, tapi di sisi lain kita melihat ada baiknya. Sebab, tak banyak duet kepala dan wakil yang bisa berjalan hamonis setiap saat. Sejumlah kepala daerah yang mempunyai wakil kita lihat banyak yang mempertontonkan hubungan yang gontok-gontokan. Mereka menghabiskan banyak enerji untuk menjaga posisi masing-masing.

Jadi, buat masyarakat dari pada bekerja berdua tapi ribut melulu, lebih baik bekerja sendiri dengan langkah-langkah dan strategi yang terukur dan tepat. 

Kita percaya, meski kecapean, Nova tak akan jatuh pingsan karena memimpin Aceh sendiri. Sebagai seorang politisi, pernah menjadi anggota DPR-RI, adalah modal yang kuat bagi Nova menjadi kepala daerah yang memiliki political leadership.

Jadi, sebagai Plt Gubernur, Nova tak perlu bermimpi jadi Wakil Gubernur kembali, sebab sesungguhnya yang lebih penting bagaimana bisa memiliki aparatur yang patuh dan jujur dalam organisasi Pemerintahan Aceh. Seorang ahli mengatakan, AKepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu yang

dikehendaki oleh pemimpin secara sukarela. Keberhasilan seorang pemimpin dapat diperoleh dari keberhasilannya dalam kegiatan komunikasi. Dia tidak mungkin menjadi pemimpin tanpa punya pengikut. Oleh karena itu, pemimpin haruslah mempunyai kemampuan membina hubungan komunikatif dengan pengikut‑pengikutnya. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved