Breaking News:

Palestina

133 Keluarga Gaza Mati Syahid Dibunuh Pasukan Israel Sejak Tahun 2006

Setidaknya 692 orang dari 133 keluarga Palestina telah mati syahid di Gaza oleh pasukan Israel sejak 2006

ANADOLU AGENCY/HASSAN JEDI
Kerabat membawa mayat Fawzi Bevadi (26), yang terbunuh setelah serangan udara Israel di Gaza, selama upacara pemakamannya di Kamp Pengungsi Al Bureij, di Kota Gaza, Palestina, Ahad (5/5/2019). 

SERAMBINEWS.COM, GAZA CITY, PALESTINA - Pembantaian baru-baru ini yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap keluarga al-Sawarka di Jalur Gaza, mengingatkan sejarah berdarah tentang pembantaian terhadap keluarga Palestina.

Setidaknya 692 orang dari 133 keluarga Palestina telah mati syahid di Gaza oleh pasukan Israel sejak 2006, menurut laporan yang disiapkan oleh Badan Anadolu berdasarkan sumber-sumber hak asasi manusia.

Pada 14 November, delapan anggota keluarga al-Sawarka, termasuk lima anak-anak, meninggal dunia oleh serangan udara Israel di rumah mereka di kota Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah.

Serangan udara terjadi selama eskalasi militer dua hari setelah pembunuhan Bahaa Abu al-Atta, seorang komandan senior Jihad Islam, dan istrinya Asmaa dalam serangan udara di rumah mereka di Jalur Gaza bagian timur.

Jalur Gaza yang diblokade menjadi sasaran tiga perang Israel pada 2008, 2012 dan 2014 di mana sebagian besar korban tewas terjadi.

Remaja yang membawa bendera Palestina berjalan di antara asap gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel untuk menghalangi aksi
Remaja yang membawa bendera Palestina berjalan di antara asap gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel untuk menghalangi aksi "Great March of Return" di perbatasan Israel-Gaza yang terletak di timur Khan Yunis, Gaza pada 24 Mei 2019. (ANADOLU AGENCY/ASHRAF AMRA)

Malaysia Menentang Amerika Serikat Atas Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat Palestina

52 Tahun Israel Merebut Tanah Palestina, Semakin Ramai di Tepi Barat, Menarik Diri dari Gaza

Kebiadaban Israel di Gaza

Salah satu pembantaian paling terkenal yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap keluarga di Gaza terjadi pada musim panas 2006.

Ketika itu, kapal perang angkatan laut Israel menembaki pantai kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Satu keluarga yang terdiri dari sembilan orang meninggal dunia dan hanya seorang gadis yang selamat.

Ia muncul di media dan berteriak kaget.

Pada bulan November tahun yang sama, artileri Israel menembaki sebuah lingkungan perumahan di perbatasan, sebelah timur Beit Hanoun di Jalur Gaza utara.

Insiden ini merenggut nyawa 19 orang dari keluarga Athamna, di mana setengah dari mereka adalah anak-anak.

Pemuda yang Mengamuk di Masjid Besar Peusangan Diduga Gangguan Jiwa

Pengusaha dan Peruncit Aceh di Malaysia Dukung Penuh Program Utamakan Produk Halal

Karena Jebakan Cinta, Komandan Tank Perempuan Pemberontak pro-Rusia Membelot ke Ukraina

Selama perang 2008-2009, 29 orang keluarga al-Samuni terbunuh di lingkungan Shejaiya pada Januari 2009.

Pada 2014, 26 orang keluarga Abu Jame terbunuh di Khan Yunis di Gaza selatan.

Keluarga Daya di lingkungan Zaitoun Gaza kehilangan 22 orang pada Januari 2009 dan keluarga al-Najjar dan Abu Jabr masing-masing kehilangan 20 orang pada Juli 2014.

Pada 1 Agustus, selama perang 2014, lebih dari 200 warga Palestina terbunuh oleh penembakan artileri Israel di kota Rafah, ketika 23 keluarga kehilangan tiga orang atau lebih dalam serangan itu.

Palestina mengatakan mereka tidak berharap penargetan keluarga Palestina akan berhenti, dengan tidak adanya pertanggungjawaban oleh komunitas internasional atas pelanggaran oleh Israel.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved