Breaking News:

Impor Sampah Plastik ke Indonesia Semakin 'Ganas', Telur Ayam Terkontaminasi Dioksin

Pembakaran sampah plastik untuk bahan bakar tersebut menghasilkan asap dan abu yang mengandung racun salah satunya adalah dioksin.

Kompas/Runik Sri Astuti
Pembakaran sampah plastik untuk bahan bakar tungku yang digunakan untuk memasak kedelai menjadi tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019) 

"Jadi, karena yang di lapangan itu dan punya wilayah adalah Ecoton. Ecoton sudah mengirimkan surat kepada Pemda, kepada dinas terkait, sudah melakukan pertemuan dengan warga," ujar Yuyun dilansir Kompas.com.

Rekomendasi tersebut antara lain:

  1. Masyarakat untuk sementara waktu tak mengonsumsi telur dan ayam di Tropodo dan Bangun sampai ada penelitian lebih lanjut atau pengumuman dari pemerintah yang membuktikan bahwa konsentrasi dioksin dalam telur dan ayam di Tropodo dan Bangun tidak mengandung dioksin.
  2. Menghentikan pembakaran plastik.
  3. Pemerintah diminta melakukan pemantauan dioksin.

Namun respon yang diberikan oleh warga maupun asosiasi peternak tidak mendukung laporan yang diberikan.

"Kami bukan merupakan ancaman bagi peternak-peternak besar. Kami mendukung, justru dengan penelitian ini, kami menyampaikan bahwa keamanan pangan itu perlu dijaga dan sumber polusinya, plastik dan paper industry yang harus diperhatikan, karena mereka akan mempengaruhi kualitas telur dan ternak," ujar dia dilansir Kompas.com.

Menurutnya pula, ayam buras harus dilindungi karena sampai saat ini memiliki citra yang lebih sehat dibandingkan ayam broiler dan sumber racunnya harus ditolak, harus dihilangkan.

Artikel ini telah tayang di intisari-online.com dengan judul Impor Sampah Plastik Semakin 'Ganas', Telur Ayam di Indonesia Sudah Terkontaminasi Dioksin, Seberapa Bahayakah Hingga Warga Diminta Berhenti Makan Telur?

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved