Berita Aceh Tamiang

Pelamar CPNS Aceh Tamiang Kecewa, Prioritas Putra Daerah Dibatalkan, Begini Reaksi Calon Peserta

Pelamar CPNS di Kabupaten Aceh Tamiang kecewa setelah mengetahui prioritas putra daerah dengan syarat minimal IPK 2,5 dibatalkan....

Pelamar CPNS Aceh Tamiang Kecewa, Prioritas Putra Daerah Dibatalkan, Begini Reaksi Calon Peserta
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Pelamar CPNS memadati kantor BKPSDM Aceh Tamiang, Jumat (22/11/2019). Penganuliran kebijakan memprioritaskan putra daerah oleh BKN direspon pelamar dengan kekecewaan. 

Pelamar CPNS Aceh Tamiang Kecewa, Prioritas Putra Daerah Dibatalkan, Begini Reaksi Calon Peserta

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pelamar CPNS di Kabupaten Aceh Tamiang kecewa setelah mengetahui prioritas putra daerah dengan syarat minimal IPK 2,5 dibatalkan.

Sebelumnya ada kesepakatan seluruh BKPSDM se-Aceh memberi prioritas bagi putra daerah masing-masing mendaftar CPNS dengan nilai IPK 2,5. Nilai lebih rendah dari ketetapan panitia nasional yang mewajibkan pelamar harus memiliki IPK 3,0.

"Jelas kecewalah. Karena pembatalan itu berdampak banyaknya orang dari daerah lain melamar di sini (Aceh Tamiang)," kata Hendra, salah satu pelamar CPNS di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (22/1/2019).

Yusri, pelamar CPNS lainnya mengatakan prioritas putra daerah dengan memberi syarat IPK 2,5 sudah tepat karena bagian dari upaya pemda mendahulukan warganya.

"Itu hak pemda dan wujud pemda memerhatikan warganya," kata Yusri.

Ahok Resmi Jabat Komisaris Utama Pertamina, Begini Mekanisme Penunjukan BTP

Pendaftaran CPNS 2019 Ditutup Tiga Hari Lagi, Dua Formasi di Pemko Lhokseumawe Masih Kosong Pelamar

Malam Ini, Persiraja Lakoni Laga Penentuan Lolos ke Liga 1 di Pulau Dewata

Kepala BKPSDM Aceh Tamiang, Fauziati menjelaskan kebijakan memberi prioritas putra daerah dengan syarat minimal IPK 2,5 dihasilkan melalui Raker seluruh BKPSDM se-Aceh di Aceh Tengah, awal November 2019.

"Alasannya hanya untuk mengutamakan putra daerah," kata Fauziati.

Namun dia memastikan kesepakatan ini dianulir setelah tidak disetujui Badan Kepegawaian Negara. BKN beralasan kebijakan itu bersifat diskriminatif.

"Dianggap diskriminatif. Makanya kesepakatan itu dianulir. Seluruh pelamar sama-sama harus minimal IPK 3,0," terangnya.

Persita Tangerang Promosi ke Liga 1 2020 Usai Bungkam Sriwijaya FC Lewat Adu Penalti

Peminat CPNS di Aceh Tamiang sendiri terbilang tinggi. Hingga Jumat (22/11/2019) siang, jumlah pendaftar sudah mencapai 5.562 orang.

Menyikapi tingginya antusias pelamar, BKPSDM melakukan beberapa kebijakan sebagai antisipasi terjadinya penumpukan pelamar, misalnya membuka loket khusus bagi penyandang disabilitas, wanita hamil dan ibu yang membawa balita.

Fauziati pun mengimbau agar para pelamar tetap menjaga ketertiban dan mengikuti seluruh regulasi agar proses pelayanan berjalan tertib.

Tinginya angka pelamar CPNS ini sebenarnya tidak seimbang dengan kuota yang tersedia. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang hanya mendapat jatah 182 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil, terdiri atas Tenaga Pendidikan sebanyak 84 formasi, Tenaga Kesehatan sebanyak 67 formasi dan Tenaga Teknis sebanyak 31 formasi.(*)

Diduga Sopir Mengantuk, Sedan Tabrak Truk Parkir di Jalinsum Langsa

Impor Sampah Plastik ke Indonesia Semakin Ganas, Telur Ayam Terkontaminasi Dioksin

Anggota DPRA Minta Dinas SDA Aceh Segera Turun ke Aceh Selatan, Terkait Abrasi di Krueng Kluet

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved