Run To Care

Pelari Amal Selesaikan 250 Km Meulaboh-Banda Aceh, Galang Dana untuk Anak Korban Tsunami

Sejumlah pelari amal mengakhir misi menaklukkan jarak 250 kilometer dari Meulaboh ke Banda Aceh.

Pelari Amal Selesaikan 250 Km Meulaboh-Banda Aceh, Galang Dana untuk Anak Korban Tsunami
Serambinews.com
Para pelari saat melintas Leupung, Aceh Besar, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah pelari amal mengakhir misi menaklukkan jarak 250 kilometer dari Meulaboh ke Banda Aceh, pada Kamis (22/11/2019) sore.

Kegiatan Run To Care itu sebagai ajang penggalangan amal untuk anak-anak korban tsunami  di SOS Children’s Villages Aceh.

Para pelari terdiri atas lima pelari utama dan sejumlah pelari pendukung. Mereka mulai start di SOS Children’s Villages Meulaboh, Senin (18/11/2019) lalu dan Finish di SOS Children’s Villages Banda Aceh, kemarin.

Kedatangan mereka disambut oleh anak-anak korban tsunami yang selama berada dalam asuhan SOS Children’s Villages.

Salah seorang pelari, Carla Felany mengatakan, meskipun cuaca di sepanjang jalur Meulaboh – Banda Aceh cukup panas, tapi mereka dapat menyelesaiakan misi lari marathon 250 kilometer tersebut.

Menurutnya, mereka juga cukup menaikmati sepanjang perjalanan, karena disuguhkan pemandangan yang indah.

“Selama empat hari ini, yang paling berat itu hari ketiga, karena jaraknya paling jauh (Calang-Lhoong) dan rutenya juga naik turun, ditambah panas dan sempat hujannya juga,” ujar Carla.

Menurutnya, meskipun dalam rute kali ini ada tiga gunung yang harus didaki, namun hal itu bukan rintangan. Karena lima pelari profesional sudah terbiasa dengan berbagai trek lintasan.

National Director SOS Children’s Villages, Gregor Hadi Nitihardjo mengatakan, aksi penggalangan dana itu dipilih dengan cara lari marathon, karena kegiatan lari sedang tren. Dalam ajang itu terdapat lima pelari profesional yang berlari.

Katanya,saat terdapat hampir 300-an anak orban stunami Aceh dibawah asuahan SOS Children’s Villages, yang terbagi di dua wilayah, Banda Aceh dan Meulaboh.

Penggalangan dana untuk kebutuhan pembinaan, biaya hidup, hingga biaya pendidikan anak-anak yang kehilangan asuhan orang tua karena tsunami tersebut.

“15 Tahun setelah tsunami, kita harus menyakinkan banyak orang, bahwa anak-anak sekarang harus menjadi anak Aceh yang hebat. Mungkin yang muda-muda tidak mengalami tsunami, tapi kita tetap ingin mereka membawa Aceh menjadi luar biasa,” ujar Gregor hadi.(*)

VIDEO - Presiden Jokowi Perkenalkan Tujuh Staf Khusus Milenialnya

Fans Timnas Indonesia Dikeroyok oleh Suporter Malaysia, Ini Kronologi Versi Korban

Tak Pernah Muncul Lagi di ILC, Rocky Gerung Ungkap Jawabannya, Singgung Nama Karni Ilyas

Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Aceh Hingga 25 November 2019

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved