Puteh Harap Anggaran Aceh Transparan  

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Abdullah Puteh (71) berharap Pemerintah Aceh transparan dalam mengelola

Puteh Harap Anggaran Aceh Transparan   
SERAMBI/HENDRI
Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur ( kiri) dan News Manejer, Bukhari M Ali ( kanan) menyambut kedatangan senator Aceh, Abdullah Puteh (tengah) di Kantor Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (21/11/2019). 

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Abdullah Puteh (71) berharap Pemerintah Aceh transparan dalam mengelola anggaran publik. Menurutnya, rakyat berhak tahu dan perlu mengkritisi pengalokasian anggaran jika tidak tepat sasaran.

"Anggaran ini harus transparan kecuali dirahasiakan oleh negara. Zaman saya, saya buka itu. Termasuk saya bertemu dengan LSM, ulama, mereka protes tapi saya tidak marah," katanya saat bersilaturahmi ke kantor Harian Serambi Indonesia, Kamis (21/11).

Kedatangan Abdullah Puteh yang didampingi empat staf ahlinya itu disambut Pimpinan Redaksi, Zainal Arifin, News Manajer, Bukhari M Ali, Redaktur Politik, Said Kamaruzzaman, Manajer Online, Safriadi Syahbuddin, Manajer Iklan, Hari Teguh Patria dan lainnya.

Mantan gubernur Aceh ini meminta anggaran Aceh fokus pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, sebelum anggaran itu disahkan, ada baiknya disosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat agar tidak muncul persoalan di kemudian hari.

"Tadi saya jumpa Pak Sulaiman Abda. Beliau bilang masa Pak Abdullah Puteh, APBD tidak pernah ribut, itu karena saya lakukan lobi dulu dengan semua pihak terkait anggaran. Makanya saat rapat pembahasan kami (eksekutif dan legislatif) hanya berbalas pantun saja," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Abdullah Puteh setelah mencermati berbagai persoalan anggaran akhir-akhir ini. Dalam kesempatan itu, dia juga mempertanyakan apakah pemerintah sudah mengalokasiakan APBA yang mengarah kepada pengentasan kemiskinan dan pengangguran?

Agar tidak timbulnya multitafsir, senator Aceh ini meminta Pemerintah Aceh transparan dalam pengelolaan anggaran. "Jika kita mau kuat maka kita harus transparans, jika tidak kita dianggap bermain (dengan anggaran)," ungkap Abdullah Puteh.

Terkait hebohnya dana pengadaan mobil operasional dinas dan dana untuk Kadin Aceh, menurut Abdullah Puteh, karena sistem perencanaan pembangunan Aceh masih belum komprehensif. Artinya, pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan manfaat ganda, bahkan ada yang terbengkalai.

Dia memberikan contoh, ketika membangun jalan tol maka dampak yang harus dipikirkan tidak hanya sebatas mengatasi macet tapi bagaimana menghidupkan ekonomi. Begitu juga ketika membangun sekolah harus berdampak pada terciptanya lapangan pekerjaan. 

"Ketika kita menganggarkan satu nomenklatur, harus memprioritaskan yang sangat mendesak. Itu bisa dinilai, apakah anggaran itu memenuhi persyaratan manajemen perencanaan yang konprehensif. Jika tidak, terbaca juga bahwa ini mengada-ngada, dan alasannya boleh macam-macam," ujarnya.

Saat ini yang dipikirkan secara fokus oleh Pemerintah Aceh bagaimana mengentaskan kemiskinan dan membuka lapangan kerja. "Kalau kurang ke situ keberpihakan anggaran, maka itu ada sesuatu. Ini juga menjadi jawaban kenapa Aceh yang sudah menerima dana otsus sejak 2008 hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang signifikan," katanya.

Di samping itu, Abdullah Puteh juga menyatakan merasa prihatin dengan kondisi Aceh saat ini dimana angka kemiskinan, pengangguran, dan lapangan pekerjaan masih menjadi masalah besar di tengah melimpahnya dana otsus. Untuk itu dia berjanji akan bekerja sekuat tenaga untuk berbuat bagi Aceh.

"Kita juga agak merah kuping ketika orang bilang Aceh miskin terus. Tapi kita tidak boleh marah kepada orang karena itu data resmi. Dalam rangka itu, saya sedikit meniru Jokowi,  bekerja, bekerja, bekerja, saya ingin melakukan apa pun untuk pembangunan Aceh," kata mantan Ketua KNPI Aceh ini. (mas)  

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved